Skip to Content

Mei 2020

HE RAME RAME

he aku tanya ada apa pagi rame-rame

di udara siang malam ada bau bangke

jelas ini bukan pesing pipis pete

PUTIH TAK TERHITAMKAN

seerat apapun menggenggam putih tak terhitamkan

hingga ada batas siang malampun hitam tak terputihkan

BARIS DAN BAIT NERAKA SIAPA

jika sayap-sayap diikat bagaimana ‘kan bisa terbang

tangan ditetak putus bagaimana ‘kan bisa menggapai

PUTIH HITAM REMUK REDAM

hitam pada putihmu membuat aku terhempas

karena kuning pada putihmu kulepas

lalu semua menjadi jelas

BIBIR BIBIR

bibir bibir yang pecah

bibir bibir yng basah darah

bibir yang rusak parah

bibir yang busuk bernanah

JEMARIKU TAK IKUT KAKU

karena kelu yang dahulu telah menjelma menjadi bisu

dan lidah telah kaku tak kuasa berkata-kata

SUARA BATU BATU BISU

aku terpasung pada dinding tembus pandang

dinding dengan lukisan wajah serba cinta

JEMBATAN RANGKUI

 

 

Pangkalpinang, 1963.

 

PANTUN BERKAIT MANA TAHAN


Lihat kemiri dan duri pandan

Dibungkus memakai kain sarung

Tidak ke kiri tidak ke kanan

Duduk terhenyak menelan bingung

 

Di bungkus memakai kain sarung

Dibawa lari ke dalam kota

PANTUN

Sapukan rumput tanam semangka

Tanam juga batang mahoni

Seujung rambut aku tak menyangka



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler