NOTASI BESAR PIRING PECAH
Satu per tiga puluh enam
dalam sepuluh ketuk
Kamu pecahkah piring jiwanya
Dengan palu lidahmu besi terantuk
Ada gejolak keraguan berkorekan
memenuhi pikiran cita masa depan
Kini berantakan
Entah kamu pahlawan, ilmuan,
sastrawan atau pemutus harapan?
Sudah seribu puisi ia cipta
bersetubuh dengan waktu
berdesakan kerat-kerat aktivitas rindu
Kini ia tak lagi lapar dahaga
Karena tempat sampah purba
sudah memakan serpihan-serpihannya
Agung Gema Nugraha
17 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru