Skip to Content

#4334_#437 Lilik Puji Astutik II

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/175446116_996181254452245_2320113950594518807_n.jpg
175446116_996181254452245_2320113950594518807_n.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUBIARKAN KAU PERGI

Lilik Puji Astutik

 

Aku hanya ingin jawaban

Rindu yang kupertanyakan

Adakah dia tersampaikan

Atau terdampar pada ketidakpastian

 

Hatiku memuja dalam denyut tak bernada

Saat angkuhmu merajai rasa

Aku tersungkur dalam rindu tak bernyawa

 

Telah kukirim seribu puisi

Mengapa kau tak pernah pahami

Rabu sunyi pun terlewati aku tetap memeluk diksi

 

Duhaiku bilakah datang waktunya

Kitakan saling menatap manja

Kemudian kubuang segala rasa

Membiarkan pergi pada sang pemiliknya

 

Krian 17 Juni 2021

 

RINDU TERSUDUT SEPI

Lilik Puji Astutik

 

Terkapar sendiri

Tak ada yang menemani

Menangis perih kemana membawa hati pergi

Bila rindu terus bergaung menerpa sunyi

 

Jangan lagi datang walau lewat mimpi

Biarlah aku sendiri memeluk sepi

Bila kau tak sanggup hadir di sini

 

Aku tak pernah meminta

Janji yang terucap dalam drama cinta

Tapi kau memberi warna indah dalam dusta

 

Hanya sakit yang kau beri

Cinta tak berakhir pada janji suci

Aku terus menanti kau datang kembali

Hingga ragaku berbalut rindu yang tak bertepi

 

Krian 13 Juni 2021

 

AKU DAN KAMU TAK SATU MASA

Lilik Puji Astutik

 

Suara kutilang merobek pagi

Nyanyian kecil prenjak pecahkan sunyi

Udara begitu segar dengan aroma melati

Namun aku terkurung rindu sendiri

 

Mengapa hadir bila tiada berakhir

Kerinduan yang merajai hati selalu terukir

Tak jua lelap netra karena otak selalu berpikir

 

Aku dan kamu tak satu masa

Walau kerinduan terus menyesakkan dada

Manalah mungkin kita akan berjumpa

 

Aku hanya merindui gurun yang sunyi

Tempat segala angan berfantasi

Merangkai aksara menjadi diksi

Yang kelabu dalam kesedihan sebait puisi

 

Krian 14 Juni 2021

 

TERPESONA Lilik Puji Astutik

 

Seperti gadis remaja yang baru jatuh cinta

Semua terasa indah pada sudut mata

Seakan wajah puja yang selalu menjadi teman setia

Walau nyata tak pernah bisa berdua

 

Tertawa sendiri saat hati tertawan rindu

Lalu berfantasi menghadirkan bayangan semu

Kau mempesona walau hadirmu seperti angin lalu

 

Sadari usia beranjak senja

Coba menepis segala pesona

Agar tak menetap pada sudut jiwa

 

Kau memang jadi bunga mimpi

Indah menetap dalam hati

Sadari kita tak remaja lagi

Mundur dari pesona yang tak mungkin termiliki

 

Krian Sidoarjo 12 Juni 2021

 

 

RABU RINDU KUCOBA MENYAPAMU Lilik Puji Astutik

 

Senja jatuh pada kaki bukit

Indah temaram jingga merona

Mengapa hati terasa begitu sakit

Saat rindu tiba menghampiri rasa

 

Rabu rindu kucoba menyapamu

Walau berdebar rasa detak jantungku

Kuawali sapa lewat canda agar tak kaku

 

Duhai damba walau berselimut ragu

Terus saja kupuja dalam altar rindu

Serasa mendaki dalam keindahan semu

 

Senja jatuh pada dahan juga dedaunan

Rabu penuh yang selalu berperang dengan angan

Saat hasrat terkalahkan oleh iman

Mundur sejenak mendekap kembali kesetiaan

 

Krian Sidoarjo 9 Juni 2021

 

MENGAPA RINDU TAK HENTI Lilik Puji Astutik

 

Malam menjamu sepi

Sepi meramu selaksa ilusi

Ilusi melayang membumbung tinggi

Hati terus memberontak ingin berlari

 

Mengapa rindu tak henti

Rasa yang tak pantas untuk dimiliki

Menjeratku kegaduhan dalam hati

 

Duhai yang selalu menjadi puja dalam altar rindu nan sunyi

Tak inginkah engkau menjengukku disini

Walau hanya bayangan semu dalam mimpi

 

Malam kian menikam keresahan

Rindu tak bisa lagi terkendalikan

Kuhadirkan teduh wajahmu dalam angan

Akhirnya sendiri aku menjadi pesakitan

 

Krian Sidoarjo 8 Juni 2021

 

MENGAPA AKU HARUS MERINDU

Lilik Puji Astutik

 

Angin bawalah pergi kerinduan ini

Aku tak sanggup memikulnya lagi

Begitu berat rasa hingga menembus hati

Meneroh luka setajam belati

 

Mengapa aku harus merindu

Bila tak mungkin bisa bertemu

Langitpun suram berwarna kelabu

 

Ragaku lelah mengolah rasa

Jiwaku merana penuh problema

Batin menangis mendekap beribu siksa

 

Mengapa aku harus merindu

Bila yang datang hanya bayangan semu

Damailah di syurga jangan datang mengganggu

Aku telah rela melepas pergimu

 

Krian Sidoarjo 7 Juni 2021

 

PAGI TANPA PELANGI Lilik Puji Astutik

 

Mencoba meninggalkan segala pesona

Walau kadang masih ada getaran halus yang tertinggal di dada

Memahami seharusnya tak lagi menjadi damba

Semua telah terbatas dalam ilusi atau nyata

 

Pagi tanpa pelangi memeluk sunyi

Menikam lara dalam rangkaian diksi

Sepi abadi sendu berbalut luka dalam goresan puisi

 

Pagi tak berwarna pucat pasi

Berharap pelangi akan menemani

Nyatanya hanya jingga yang tipis menyentuh hati

 

Mengapa hadirmu sangat abadi

Pada setiap rangkaian kau menjadi imajinasi

Sakit terasa saat rindu menggelora dalam alam sepi

Pagi tanpa pelangi aku masih menghadirkanmu dalam sebuah puisi

 

Krian Sidoarjo 08062021

 

DATANGLAH SEJENAK Lilik Puji Astutik

 

Panas mentari membakar rasa

Tangis menghempit sempit dada

Rindu yang bergejolak terbang ke angkasa

Menangis hingga samar pandang warna

 

Datanglah aku sedang menunggu

Selesaikan episode yang tertunda waktu

Jangan hadir bila hanya semu

 

Mengapa bayanganmu menggoda

Lewat lukisan awan biru di angkasa

Hingga tangisanku meraung dalam derita

 

Datanglah sejenak kita akhiri episode kelabu

Walau tak kan pernah aku rela melepasmu

Takdir ini memang tercipta hanya untukku

Melayang tinggi lalu terhempas ke lembah biru

 

Krian Sidoarjo 4 Juni 2021

 

RABU SUNYI DALAM RINDANG RINDU

Lilik Puji Astutik

 

Seribu langkah tak sanggup tinggalkan

Kerinduan yang merajai hati

Sejuta aksara tak sanggup melupakanmu

Selaksa rasa yang selalu menjadi mimpi

 

Rabu sunyi dalam rindang rindu

Ingin mengapai hasrat menggebu

Langkah terhenti bibirpun kaku

 

Kerinduan terus saja membelenggu

Anganpun diam dalam beku

Saat pada setiap rasaku hanya kamu

 

Rabu kelabu dalam derai gerimis

Ingin membuang segala hasrat

Rindu tak jua mampu terkikis

Diam dalam tangis saat rasa terlalu jauh tersesat

 

Krian 2 Juni 2021

 

TANGISAN SUNYI DALAM RINDU Lilik Puji Astutik

 

Aku hanya mampu menangis saat merindu

Seakan terhimpit jiwa menanggung derita

Hasrat tak sampai pada yang dituju

Rasa tak berhaluan hanya hampa

 

Mengapa kerinduan ini begitu menyiksa

Tangis pun seakan jadi teman setia

Senja bermuram durja tanpa warna

 

Elok melati wangi aroma

Hati pedih menanggung siksa rasa

Sunyi menangis berteman lara

 

Cobalah pahami rasa ini

Walau tiada pasti jengguk aku kembali

Rasa yang tersesat membuat remuk hati

Merindu hanya melintas padang ilusi

 

Krian Sidoarjo 31 Mei 2021

 

PERTANYAAN YANG TAK PERLU JAWABAN

Lilik Puji Astutik

 

Malam mengunci sepi

Tabir rahasia tak terkuak sunyi

Semua masih menjadi misteri

Dalam perjalanan yang tak pasti

 

Pagi pecahkan keheningan

Suara burung mulai bersahutan

Menyambut sinar mentari dengan keceriaan

 

Waktu terus berputar mengakhiri dan memulai hari

Banyak yang tak tidak kita pahami

Begitu cepat waktu silih berganti

 

Begitu banyak pertanyaan yang tak perlu jawaban

Tabir kehidupan menjadi rahasia yang tak patut kita pertanyakan

Hanya mampu berserah diri pada pemilik KEHIDUPAN

Biar pagi siang malam menjadi saksi atas segala perjalanan

 

Krian 30 Mei 2021

 

SEPULUH HARI SEJUTA PUISI RINDU Lilik Puji Astutik

 

Tanggal 19 terakhir bertegur sapa

Ada aksara yang membuat kecewa

Terhenti semua canda tawa

Hingga rindu menggelora dalam dada

 

Sepuluh hari diam dalam sepi

Rasa berontak ingin berlari

Ingin rasanya menyapamu kembali

 

Bibir terkunci jemari lemah menari

Diksi kerinduan terangkai indah dalam ilusi

Sejuta puisi tercipta dalam kerinduan yang sunyi

 

Duhaiku mengapa abaikan aku

Sedang kerinduan tak bisa terbendung lagi

Syair rindu mulai merejam sendu

Aku meratap memanggil dalam simpang sepi

 

Krian Sidoarjo 29 Mei 2021

 

JANGAN PERGI DARI HATI Lilik Puji Astutik

 

Surya pagi membakar rasa

Rindu bergejolak semakin membara

Terbakar raga terbakar jiwa

Kembali aksara menari pada dilema

 

Jangan pergi dari hati

Walau kau tak pernah kembali

Tetaplah temani aku di sini

 

Tak perduli kau hanya diksi

Yang terangkai dalam puisi

Tetaplah tinggal menetap di hati

 

Rindu mungkin permainan aksara

Yang terangkai saat aku menggila

Hingga membuat aku melupa

Bahwa kau telah pergi selamanya

 

Krian Sidoarjo 24 Mei 2021

 

TAK MAU MENEPI Lilik Puji Astutik

 

Mengapa rasa terus berlari

Mencari apa yang selalu melekat hati

Kerinduan tak jua mau menepi

Sedang semua tidak terasa sama lagi

 

Perahu rasa telah kandas

Pada samudera yang begitu luas

Hingga tak sanggup rasa untuk berpikir waras

 

Semua sudah amat jelas

Tapi hati terus bersikeras

Untuk menuju dermaga yang penuh cadas

 

Mengapa hati terus berlari

Bila akhirnya terdampar sepi

Mengapa rasa tak mau menepi

Untuk menyadari bahwa ada yang tak termiliki

 

Krian Sidoarjo 25 Mei 2021

 

RINDU DIRUNDUNG SENDU  Lilik Puji Astutik

 

Mengapa begitu pelik rasa

Hingga membuat jiwa terluka

Dalam problema merindu tak merupa

Hingga tersungkur dalam derita

 

Duhai tuan ke mana akan kubawa rasa

Bila langkah tersesat dalam lingkar aksara

Memuja dalam ilusi yang tak berbingkai asmara

 

Merindu hanya sekedar rasa

Yang tak pernah terhiraukan dalam nyata

Hanya ilusi yang datang dalam kelana

 

Rindu telah tertuju padamu

Walau kau tetap diam membisu

Terus kurangkai puisi sendu hanya untukmu

Hingga rindu pun dirundung sendu

 

Krian 27 Mei 2021

 

GERHANA HATI Lilik Puji Astutik

 

Pasang surut hati tak pasti

Rindu semakin tak terkendali

Mengapa tak terhenti

Mengapa semua ternikmati

 

Masih ada bayangan hitam

Bertahta pada hati yang kelam

Semua menjadi suram

 

Ada gerhana dalam gelap temaram

Yang menyelimuti hati yang terejam

Seribu luka tersayat sembilu yang tajam

 

Tuan altar rindu terus menari

Mengajak aku bermain ilusi

Tentangmu yang menjadi pujaan hati

Datanglah sesaat aku ingin ditemani

 

Krian Sidoarjo 26 Mei 2021

 

 

BILAKAH SAATNYA Lilik Puji Astutik

 

Angin menyapa lembut penuh cinta

Daun berbisik menyapa mesra

Langit indah merona jingga

Begitu sempurna warna pada senja

 

Burung merpati bercumbu di udara

Membentangkan sayap penuh pesona

Berdua terbang saling menatap manja

 

Lalu langit menghitam kelam

Angin menghempas begitu tajam

Hingga melumat segala rasa dengan kejam

 

Sepasang merpati terpisah dalam derai hujan

Saling mencari tak jua bisa temukan

Badai telah membuat mereka jauh terpisahkan

Bilakah saatnya mereka akan disatukan

 

Krian Sidoarjo 22 Mei 2021

 

RINDU TERBAWA SENJA Lilik Puji Astutik

 

Semilir angin senja membawa duka

Perlahan nyanyian kecil hempaskan sunyi

Hati kosong jiwa kian merana

Saat sadari satu persatu telah pergi

 

Mengapa rindu kembali tiba

Saat kilau jingga hadir bersama luka

Menari dalam hamparan duri berbisa

 

Hati teracuni gairah hasrat sang pendosa

Kalam suci terganti aroma seribu dupa

Tersesat jiwa pilu tak pernah sirna

 

Hati terbakar dendam membara

Rindu terbawa senja dengan kilau amarah

Menikam sembilu tajam sejuta lara

Meledak tangis sadari dia pergi selamanya

 

Krian Sidoarjo 18 Mei 2021

 

TERBANGLAH RINDU Lilik Puji Astutik

 

Datanglah sebelum rasa jadi layu

Sesaat saja walau semu

Sebelum raga menjadi beku

Penuh tangis ratap pilu

 

Terbanglah rindu aku ingin bertemu

Mencurahkan segala rasa yang bergejolak di dadaku

Menatap sekilas cukuplah puas rasaku

 

Jangan terlewati hari

Sampai aku kan mati

Rindu ini milikmu abadi

 

Terbanglah rindu aku menunggu

Untuk sekedar menatapmu

Sekilas kemudian kubiarkan kau berlalu

Terbanglah rindu aku sadar kau bukan milikku

 

Krian Sidoarjo rabu 5 Mei 2021

 

RINDU MENDAYU HATI MERATAP PILU Lilik Puji Astutik

 

Rembulan memerah masih menemani pagi

Kutilang bernyanyi pecahkan sunyi

Meratap dalam seribu keinginan sendiri

Adakah hari esok akan bertemu kembali

 

Kerinduan menikam rasa

Mengajak berlari-lari dalam dilema

Membuang pesona tapi hati terus memuja

 

Rindu mendayu hati meratap pilu

Anginpun mendesah dalam gigil yang beku

Bayangan semu menyusup hingga kalbu

 

Mengapa harus merindu bila tak memiliki

Mengapa harus ada rasa bila menyiksa hati

Ingin berlari tapi dia terus membayangi

Rindu ini semu yang selalu kupuja dan kunikmati

 

Krian 6 Mei 2021

 

 

 

BATASANKU HANYA PADA RINDU

 

Menunggu waktu untuk bertemu

Hati terpenuhi rindu

Begitu dalam hati mendamba

Walau tak mungkin memilikinya

 

Semilir angin bermanja pada dedaunan

Hadirmu selintas pada angan

Terlukis indah barisan biru pada awan

 

Rindu kian menyakitkan

Saat raga hanya berteman khayalan

Keyakinanpun tak sanggup menghadirkan

 

Batasanku hanya pada rindu

Merindu walau semua semu

Merindu walau begitu menyiksa hatiku

Dan getaran halus itu kunikmati sebagai luka yang dititipkan angin lalu

 

Jombang 2 Mei 2021

 

 

BARA API KERINDUAN Lilik Puji Astutik

 

Gerimis tak juga hanyutkan rasa

Rindu terus saja menyiksa

Mengakar bersemayam di dada

Hingga raga terpasung dalam dilema

 

Terbakar aksara dalam angan

Menari sendiri tiada berteman

Hanya menunggu yang tak pernah singgah dalam dekapan

 

Bara api kerinduan kian membara

Tak juga terpadamkan walau hujan deras melanda

Terus menghadirkan dalam kuil cinta

 

Seharusnya sadar diri tiada berharga

Telah mati rasa hingga rindu tak terlerai asta

Tangan kembali memeluk hampa

Karena rindu hanya api yang tak pantas didamba

 

Krian 4 Mei 2021

 

 

AKU MASIH MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Terhempas rasa

Saat sadar tiada guna

Merindu tersiksa

Sendiri merana

 

Ingin membuang segala pesona

Raga tak berdaya menahan goda

Sepasang mata indah serasa menatap mesra

 

Hadir bersama senja

Membingkai harap seluas samudera

Suatu saat pasti berjumpa

 

Aku terus merindu

Walau kau tak pernah peduli padaku

Malang nian kisah hatiku

Yang terdampar rasa semu

 

Krian 29 April 2021

 

SAAT AKU RINDU KAU PUN BERLALU

Lilik Puji Astutik

 

Detak irama hati tak terkendali

Kerinduan terbangkan rasa begitu tinggi

Mengapa terus saja mencari

Bila takdir tak mempertemukan kembali

 

Rindu membingkai luka pada kalbu

Fatamorgana semakin membias semu

Terhempas jiwa bahagia kembang layu

 

Saat rindu kau pun berlalu

Hanya tinggal jejakmu dalam sudut pandanganku

Sepi menghantui jiwa hingga hanya mampu diam termangu

 

Mengapa tak lagi ada sapa ramah

Hingga aku diam dalam gundah

Ingin mendekap mesra walau hanya bayangan yang singgah

Kau pergi berlalu tinggalkan aku dalam gelisah

 

Krian 27 April 2021

 

HARAPAN YANG MENYIKSA Lilik Puji Astutik

 

Selalu berharap pelangi

Hingga keinginan terbang tinggi

Telah mendapatkan bahagia hati

Namum masih tenggelam dalam fantasi

 

Walau telah menggenggam cinta suci

Masih saja hidup dalam ilusi

Merendahkan kerinduan dalam diksi

 

Selalu terbakar keinginan

Merindu dalam ketidakpastian

Sunyi dalam keramaian

 

Saat berharap terang pada bintang

Aku tertidur dengan mata terjaga

Jiwa terasa begitu gersang

Saat harap hanya ilusi yang menyiksa

 

Krian 22 April 2021

 

TEMANI AKU RINDU Lilik Puji Astutik

 

Baringkan saja harap

Walau begitu senyap

Rindu mungkin akan menjadi teman

Saat diri dalam kesunyian

 

Bait diksi terangkai indah

Hati mulai pasrah

Saat raga terlanda lelah

 

Hanya mampu menghadirkan

Sosok puja dalam angan

Yang selalu indah dalam impian

 

Temani aku rindu

Walau rasa sakit itu seperti hantu

Yang membayangi setiap langkahku

Kunikmati setiap desiran halus yang menyergap kalbu

 

Krian Sidoarjo 18 April 2021

 

RINDANG RINDU TAK BERTUAN Lilik Puji Astutik

 

Serasa hancur berkeping hati

Saat rasa hanya menyentuh diksi

Mungkinkah rindu akan terobati

Sedang kau hanya singgah pada ilusi

 

Rindu kian rindang dalam pelukan

Kau terus menjelma dalam angan

Membelenggu rasa hingga jadi pesakitan

 

Rasa tak berhaluan

Terdampar pada samudera kegalauan

Hingga rindu rasa tak bertuan

 

Rasa kian membara

Rindang rindu tiada guna

Tiada bertuan tiada pula berteman

Sendiri dalam penantian menunggu pada angan

 

Krian Sidoarjo 21 April 2021

 

AKU MASIH MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Diam bisu tak ada sapa ramah lagi

Canda menguap berganti benci

Aksara tak lagi indah dalam diksi

Sungguh semua terasa menyiksa hati

 

Rindu masih panjang membentang

Tapi tatapan tak lagi bisa memandang

Hanya janji yang selayang pandang

 

Tak sanggup rasa membuang

Wajah yang terus membayang

Mengapa hati semakin melayang

 

Aku masih merindu dan terus merindu

Mengapa terhenti sapa untukku

Sedang aku berharap selalu

Sebait aksara indah dalam chatmu

 

Krian Sidoarjo 15 April 2021

 

MELAYU RAGA Lilik Puji Astutik

 

Angin berbisik lirih

Hati terdampar perih

Jiwa tertawan letih

Rasa memeluk sedih

 

Mengapa rindu membebani jiwa

Rindu terus bermain rasa

Hingga jatuh melayu raga

 

Krian Sidoarjo 12 April 2021

 

 

KUNIKMATI RINDU WALAU SAKIT Lilik Puji Astutik

 

Seperti candu kau memikat hatiku

Membuatku menggila hingga terpesona

Terjebak rasa yang membelenggu

Hingga membuat aku tertawan dilema

 

Kunikmati setiap desiran halus di hati

Walau sakit aku terus bermain diksi

Mengharapkan kau hadir dalam mimpi

 

Mengapa rasa begitu menyiksa

Aku memujamu seperti dewa

Menempatkan dalam kuil cinta

 

Begitu lelah hati menanti

Saat rindu terus berkeliaran pada fantasi

Tangispun memecah sunyi

Saat sadari kau terus menjadi hantu dalam hati\

 

Krian 11 April 2021




Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler