Skip to Content

#4334_#437 Lilik Puji Astutik II

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

MEMELUK RINDU SEMU Lilik Puji Astutik

 

Kau masih sempurna dalam kelana

Hati masih mengikat rasa yang membara

Rindu seindah bulan sabit yang menghias angkasa

Ingin melepas tapi terus mendamba

 

Duhai malam lepas segala mimpi

Bila aku tak bisa bertemu kembali

Karena siksa rasa begitu sarat di hati

 

Hanya memeluk rindu tak memiliki

Meski terasa sakit terus mengingini

Saat menatap teduhnya di alam ilusi

 

Terus memeluk rindu semu sendiri

Walau pengharapan bertemu tiada lagi

Aku akan setia menanti

Dalam setiap detak namamu tersimpan di nadi

 

Krian 27 November 2020

 

TENTANG HUJAN  Lilik Puji Astutik

 

Hujan deras membakar rindu

Selintas halilintar memecah langit yang bisu

Pekik suaranya membelah batu

Tapi tak jua tumbangkan keangkuhanmu

 

Kuceritakan pada rinai hujan

Tentang rasa yang kian merona di angan

Tentang rindu yang tak juah berlalu

 

Telah kusampaikan pada hujan

Tentang dia yang selalu menjadi dambaan

Walau tak mungkin akan bertemu

 

Hujan membelai mesra bumi

Seakan mengecup mesra sang dewi

Walau sekejap ijinkan aku bertemu kembali

Agar hati ini rela melepas pergi

 

Krian 22 November 2020

 

PERJALANAN RINDU (3) Lilik Puji Astutik

 

Hari Sabtu ada harapan semu

Walau hanya bias setia menunggu

Serasa sesak dalam kalbu ingin bertemu

Hanya sekedar memandangi tak mencumbu

 

Duhaiku tak adakah angin yang membawa pesanku

Rindu ini hanya mengembang kelabu

Tak jua engkau hadir dihadapanku

 

Meronta hati ingin mendekap ragamu

Tapi yang mampu kupeluk bayangan semu

Kemana harus kusandarkan rasa pilu

 

Gigil pagi menusuk hingga tulangku

Rasanya perih menikam pada dadaku

Coba hempas namamu dari kalbu

Tapi aku telah tersesat pada pesona semu

 

Krian 21 November 2020

 

PERJALANAN RINDU Lilik Puji Astutik

 

Pagi begitu gigil di hari jumat

Rindu terasa begitu berat

Beban rasa bertambah sungguh sarat

Mengapa hati ini selalu mengingat

 

Kau selalu tinggal di angan

Indah menjadi kesayangan

Padahal dirimu hanya sebentuk bayangan

 

Bagaimana bisa melupakan

Bila dalam tidurpun jadi impian

Mengapa otakku selalu penuh khayalan

 

Engkau hanya sekedar keinginan

Harus bisa kuredam segala kerinduan

Tapi hati terus saja berlarian

Mencari jejak yang tak bisa ditemukan

 

Krian 20 November 2020

 

AKU MASIH TERUS MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Purnama jatuh pada pucuk cemara

Sunyi menemani jiwa yang resah

Adakah rindu akan tiba waktunya

Dipahami walau tak bisa dijamah

 

Aku masih terus merindu

Melekat tak mau lepas seperti benalu

Mencengkeram dalam setiap buluh nadiku

 

Udara dingin semakin menyiksaku

Harum aroma kemuning membawa bisu

Aku terikat rasa pada bayangan semu

 

Pucuk pucuk cemara biaskan cahaya

Lirih aku meratap juga menghiba

Datanglah sejenak aku ingin berjumpa

Jangan biarkan rindu ini hanya ilusi belaka

 

Krian 19 November 2020

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler