Skip to Content

#4334_#437 Lilik Puji Astutik (III)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/199480724_952046722252127_1292212625263719109_n.jpg
199480724_952046722252127_1292212625263719109_n.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

HARUSKAH AKU MEMBENCI

Lilik Puji Astutik

 

Biarlah terlelap rasa pada senja

Saat hati mulai membingkai kembali luka

Rindu selalu menjadi baitan petaka

Saat sapa mulai mengukir aksara

 

Terus saja terluka saat menyapa

Rindu gersang pada padang sahara

Ingin mengapai tak ikut memilikinya

 

Diamlah hati agar tak menangis lagi

Bukankah telah kau sadari

Kau hanyalah sekeping rasa yang tak pernah terkehendaki

 

Sejak awal pertemuan hati terus berlari

Ingin menikmati indahnya hati yang tak termiliki

Haruskah aku membenci

Pada perjalanan yang telah terlewati

 

Krian Sidoarjo, 21Juli 2021

 

MASIH ADA GERIMIS DI BULAN JULI

Lilik Puji Astutik

 

Embun masih setia menemani pagi

Gigilnya pilu menusuk hingga ke hati

Andai bisa kutarik kembali

Waktu yang berlalu tinggalkan ilusi

 

Masih ada gerimis di bulan juli

Membuat gigil kian memeluk erat pagi

Seperti nyanyian awan yang rindu pelangi

 

Duhai tuan yang selalu datang dalam mimpi

Mengapa hadir bersama gelisah dalam diksi

Bila ragamu tak bisa kumiliki

 

Masih ada gerimis di bulan juli

Mengantar bayangan yang selalu kembali

Dalam rindu yang begitu abadi

Menjerat pesona hingga aku tersiksa sendiri

 

Krian Sidoarjo ,22 Juli 2021

 

KAPANKAH RINDU BERAKHIR Lilik Puji Astutik

 

Begitu gigil memeluk erat pagi

Mencekam hingga menusuk hati

Suara ketidakberdayaan merenda mimpi

Walau tak terajut rasa ingin memiliki

 

Rindu seperti permainan api

Kadang menyambar hingga membakar diri

Atau memberi nikmat pada padang ilusi

 

Rindu melaju tak terkendali

Mengharapkan satu nama hadir disini

Menanti hingga ajal menjemput nanti

 

Kapan rindu akan berakhir

Bila rasa seperti sungai yang selalu mengalir

Bila satu nama selalu terukir

Memberi warna indah pada angin semilir

 

Krian Sidoarjo, 24 Juli 2021

 

BIARKAN AKU MERINDU  Lilik Puji Astutik

 

Biarkanlah aku bermanja lewat aksara

Untuk menuang segala kerinduan yang ada

Tak mungkin aku datang ke sana

Apalagi untuk mendekap mesra

 

Kamu adalah kegelisahan yang aku cipta

Kuhadirkan dalam bayangan yang sempurna

Indah sangat menawan pada rasa

 

Kamu adalah keindahan yang selalu ingin kunikmati

Dalam serangkaian diksi dalam puisi

Hingga aku terus merindu dalam rasa yang tak pasti

 

Biarkalah aku bermanja lewat aksara

Karena ku tak yakin kita bisa berjumpa

Walau kerinduan menumpuk pada rasa

Aku akan mengikat sempurna agar dia tak menjamah

 

Krian Sidoarjo, 24 juli 2021

 

TERSESAT  Lilik Puji Astutik

 

Purnama tertutup awan

Singgah hati pada kegelapan

Melangkah tak pasti dalam kesunyian

Sendiri menikmati alur kegelisahan

 

Aku tersesat pada hasrat semu

Rindang kerinduan tak jua melayu

Hasrat jatuh dalam desahan pilu

 

Duhai tuan yang selalu menjadi damba

Mengapa kau jatuhkan pesona

Bila hanya untuk titipkan luka

 

Mencoba kembali bangkit

Menanti hati yang begitu terasa sakit

Walau langkah tak begitu jauh tersesat

Namun rasa ini sungguh sangat tersayat

 

Krian Sidoarjo, 27 Juli 2021

 

 

 

 

 

 

 

 

SAAT MALAM TAK BERPURNAMA 

Lilik Puji Astutik

 

Rembulan mengintip dari balik jendela

Ronanya jatuh pada hias kaca

Memantul indah seberkas cahaya

Sunyi menambah indah suasana

 

Saat malam tak berpurnama

Nyanyian sunyi menggema

Pada ujung malam yang tak berwarna

 

Altar rindu yang aku cipta

Kian membelenggu juga menyiksa

Adakah dia akan pergi dan sirna

 

Saat malam tak berpurnama

Kulepas semua kerinduan yang penuh dilema

Agar tentram memeluk jiwa

Melangkah pasti dalam mengapai bahagia

 

Krian 17 Juli 2021

 

GIGIL ANGIN DI BULAN JULI

Lilik Puji Astutik

 

Malam terasa begitu beku

Hingga raga terasa begitu kaku

Saat jiwa terus mendekap rindu

Yan tak pernah sampai hulu

 

Sungai-sungai mulai kering

Berguguran daun juga ranting

Mata inipun rasanya tak sanggup berpaling

 

Walau perih telah menyayat luka

Terus saja hati memuja

Dalam rindu yang terdekap mesra

 

Gigil angin di bulan juli

Menambah luka hati ini

Hampa harap dalam menanti

Hanya sepi yang datang kembali

 

Krian 16 Juli 2021

 

SAAT KERINDUAN TAK TERJAWAB

Lilik Puji Astutik

 

Saat kerinduan tak terjawab

Saat angin hanya berlalu pergi

Kemudian sepi tertelan waktu dan lenyap

Aku masih menyimpan rindu di hati

 

Mengapa terus saja terangkai rindu

Bila hanya membuat hati tersayat sembilu

Perih hingga menyiksa dalam kalbu

 

Waktu terus mendera hati kian tersiksa

Rindu terus mengembara dalam dilema

Saat hasrat jatuh pada tumpuan yang salah

 

Saat kerinduan tak terjawab

Lisan tertawa terbahak-bahak

Hati kian terasa begitu pengap

Entah kemana langkah kaki kam terpijak

 

Krian 17 Juli 2021

 

AKU DAN DESIRAN ANGIN Lilik Puji Astutik

 

Aku peluk keresahan dalam pekat malam  

Langkah kaki terseok dalam gundah

Mata nanar menatap suram

Memekik lirih terkapar jiwa lelah

 

Desiran angin porak porandakan angan

Aku menari-nari pada kepiluan

Ingin berlari hati telah terpenjarakan

 

Mengapa kerinduan seperti ilalang kering

Raga merintih sendiri saat tak mampu bersanding

Aku menyerah kalah sebelum bertanding

 

Desiran angin membawa anganku terbang

Entah kemana jiwa ini terdampar

Anganpun kian melambung tinggi melayang

Saat jiwaku lelah ragaku lunglai terkapar

 

Krian Sidoarjo,15 Juli 2021

 

KERINDUAN DALAM LUKA Lilik Puji Astutik

 

Senja memeluk jingga penuh mesra

Sinarnya jatuh pada pohon cemara

Indah menawan hingga terkulai rasa

Bangkitkan rindu yang tak pernah reda

 

Kerinduan ini seperti angin yang berlalu

Semilir bernyanyi lagu sendu

Meratap dalam rasa yang terus membelenggu

 

Aku ingin menangis menjerit menghiba

Mengapa selalu saja tersayat luka

Saat rindu datang menghampiri jiwa

 

Kisah kita seperti bara api yang menyala

Saat mendekat pasti terbakar dilema

Saat menjauh hati tak bisa terima

Kerinduan ini seperti menikmati buah simalakama

 

Krian 13 Juli 2021

 

TERKURUNG RASA SEMU Lilik Puji Astutik

 

Pagi rejam rindu dengan luka

Tersentuh mawar tak beraroma

Hanya duri yang menancapkan bisa

Perlahan hati terkoyak dalam dekap derita

 

Mengapa harus merindu bila tak bisa bertemu

Mendekap mesra hanya bayangan semu

Hingga hati meratap pilu

 

Seharusnya tak hadir rasa yang pantas

Hingga membuat hati terkuras

Dalam jedah bathera yang kandas

 

Terkurung rasa semu

Hingga rasa menjerumus luka

Setangkai mawar pun telah melayu

Saat sadari rasa ini semakin sesakkan jiwa

 

Krian 8 Agustus 2021

 

KEMBALIKAN HATIKU  Lilik Puji Astutik

 

Langit masih menyimpan berjuta misteri

Walau bertaburan berjuta bintang

Tak satupun yang dapat aku miliki

Hingga ingin rasanya aku terbang melayang

 

Mengapa tercipta rindu diantara suram kelabu

Yang membuat hati redup lelah menunggu

Dalam penantian yang tak pernah berlabuh

 

Purnama elok memancarkan cahaya

Bintang bercanda saat malam tiba

Sepi menyiksa hati yang penuh gelisah

 

Kembalikan hatiku jangan kau bawa pergi

Kan kukirim seribu doa dalam kesucian hati

Aku masih ingin menetap disini

Bersama bunga yang elok mewangi

 

Krian Sidoarjo, 6 Juni 2021

 

JIKA Lilik Puji Astutik

 

Panas membakar rasa dalam keresahan

Ilalang kering di tepi jalan berterbangan

Daun-daun kuning berguguran

Jatuh satu-satu dari dahan

 

Jika takdir adalah kepastian

Maka biarkan langkah kaki dalam keteguhan

Tak perduli apa yang menjadi rintangan

 

Selaksa doa menjadi pelipur harapan

Kala diri terbelenggu dalam ketidakpastian

Pasrah karena semua telah tergariskan

 

Jika raga tak ikut memiliki

Juga masa akan terakhiri

Maka biarkan semua tersudahi

Dalam kisah yang telah ditakdirkan ilahi

 

Krian Sidoarjo,2 Juli 2021

 

TERJERAT ILUSI Lilik Puji Astutik

 

Menggoda dan tergoda

Hati siapa yang bisa menebak rasa

Bila ilusi menari pada padang sahara

Bisakah hati akan berbunga

 

Benih terhempas angin berantakan

Tak jua tersemai dalam kekeringan

Lelah menanti dalam kegalauan

 

Menggoda dan tergoda

Rasa diam dan menetaplah didada

Jangan berharap untuk berjumpa

 

Hadirmu tak diinginkan

Jangan merajuk tetap diam

Biarlah waktu hanya memberi harapan

Tetaplah tersudut pada warna kelam

 

Krian Sidoarjo, 2 Juli 2021

 

ADAKAH RINDU KAN SAMPAI Lilik Puji Astutik

 

Kerinduan terbakar api kecewa

Dalam seribu tanya dalam hati

Rasa nyeri menusuk dada

Saat aksara lepas tak terkendali

 

Air banjiri mata hujan berderai menahan luka

Mengapa terus saja menghiba

Bila tak ada yang pedulikan rasa

 

Angkuhmu tingkat dewa

Dalam tahta yang tak bisa terjamah

Hati meramu rasa kecewa yang terus mendera

 

Adakah rindu kan sampai

Atau melayu saat rasa menggapai

Seperti bibit yang tersamai

Tanpa derai hujan yang membelai

 

Krian Sidoarjo,4 Juni 2021

 

RINDU RINDANG LUKA Lilik Puji Astutik

 

Gerimis masih menemani walau juni telah berlalu

Hati yang merindu kian beku

Adakah engkau tahu aku menunggu

Walau sejenak untuk bisa menatapmu

 

Rindu begitu rindang

Hatipun terus berdendang

Irama syahdu kasih sayang

 

Hasrat tak jua sampai

Hati tak jua bisa dirantai

Terus berlari mencari

 

Rindang rindu berbingkai luka

Kemana akan kutambatkan rasa

Bila langit hanya pejamkan mata

Saat melihat aku begitu merana

 

Krian Sidoarjo, 1 Juli 2021

 

 

MASIH KUSIMPAN SATU NAMA Lilik Puji Astutik

 

Langit kelam hujan datang

Kilat menyambar tatap nanar

Hati kian terbang melayang

Rindu dalam hati tak pernah pudar

 

Masih kusimpan satu nama

Yang selalu merobek hati dengan siksa

Merejam jiwa dengan luka

 

Seharusnya membuang kenangan tak berguna

Tak menyimpan untuk jadi damba

Karena takdir tak mungkin menyatukan rasa

 

Masih kusimpan satu nama

Yang sempurna menyiksa dalam kerinduan

Hingga tak sadar aku terjerat dalam dera

Yang menghukumku dalam kepiluan

 

Krian Sidoarjo, 30 Juni 2021

 

HARUSKAH AKU TERUS MERINDU Lilik Puji Astutik

 

Gerimis kecil menghias pagi

Gigilnya pilu menusuk hingga ke hati

Rasa begitu dingin hingga membalut sunyi

Sendiri meratapi nasib yang tak bisa dipahami

 

Seharusnya tanggalkan semua kisah

Agar jiwa terlepas dari gundah

Tak terbaring dalam dekapan gelisah

 

Haruskah aku terus merindu

Bila takdir tak menghendaki untuk bersatu

Seharusnya melepas semua kisah lalu

 

Aku masih seperti yang dulu

Memeluk kisah yang hangus terbakar jadi abu

Walau sakit tetap tergenggam dalam kalbu

Khianat yang kau beri terus menyayat hatiku

 

Krian 28 Juni 2021

 

RINDU TERHADANG SAMUDERA Lilik Puji Astutik

 

Tertatih hati melupa

Saat rindu mulai menggoda

Dalam diam hanya mampu meraba

Adakah kan tersampaikan semua rasa

 

Rindu terhadang samudera

Hati meminta untuk menatap mesra

Entah kapan kan berjumpa

 

Hanya setangkup doa

Yang mampu redam gejolak jiwa

Sadari tak pernah memilikinya

 

Duhai kelana rasa

Henti semua rindu yang tak biasa

Agar hati bisa menerima

Bahwa takdir tak pernah menyatukan raga

 

Krian Sidoarjo 26 Juni 2021

 

PEKAT Lilik Puji Astutik

 

Tersudut sepi dalam riuh rasa

Kerinduan seperti api yang penuh jelaga

Pekat menutup setiap sudut pandangan mata

Terus mencari dalam detak jantung jiwa

 

Gelap mengunci setiap pandangan hati

Lelah jiwa padamkan gejolak yang merajai

Ingin berhenti tapi keinginan terus berlari

 

Duhai jiwa-jiwa yang berkeliaran pada temaram

Tetaplah tenang dalam kelam malam

Jangan berlari terus ke sudut suram

 

Dalam pekat malam tanpa pelita

Pandangan nanar melangkah dalam gulita

Sepi mendayung rasa dalam doa

Semoga Tuhan mengampuni segala dosa

 

Krian Sidoarjo 15 Juni 2021

 

 

HUJAN MENIKAM RINDU  Lilik Puji Astutik

 

Langit gulita meradang udara

Perlahan gerimis jatuh berderai

Hujan bernyanyi dalam aksara

Seperti memetik gitar yang tak berdawai

 

Hujan menikam rindu

Seperti rasa yang tak pernah tertelan waktu

Terus berharap bertemu walau tiada tentu

 

Angan terbang seperti layang-layang

Tertiup angin tinggi melayang

Tak tentu arah kemudian terbuang

 

Hujan datang bersama sambaran petir

Mengapa kisah itu terus terukir

Ingin semuanya berakhir

Saat hujan menikam rindu biarlah gigil mengecup getir

 

Krian Sidoarjo 24 Juni 2021

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler