Skip to Content

#4334_#437_Suyatmi (III)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/217476222_848254836110406_8623576350250752119_n.jpg
217476222_848254836110406_8623576350250752119_n.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MENERBANGKAN ILUSI

Suyatmi

 

Walau hanya tampak sekelebat bayangan menyapa

Namun begitu jelas binar ceria disertai senyuman

Menggempur rasa hingga melebur luluh tak berdaya

Serasa lumpuh ingin selalu bermanja dalam pangkuan

 

Walau tak mungkin menyatu

Namun tetap setia dalam rindu

Tersimpan rapi untuk mengisi kalbu

 

Walau tak mungkin jumpa

Namun selalu berharap untuk bersama

Untuk menghiasi bilik asmara dengan aneka rupa

 

Sekedar mengembangkan angan hingga melayang

Menerbangkan ilusi dalam impian yang menantang

Berfantasi serasa nyata tidak sekedar bayangan

Yang didamba akan datang singgah memenuhi harapan

 

Yogya, 23062021 09.48 293

 

MENCOBA RELA  Suyatmi

 

Mencoba untuk rela

Melepas yang didamba

Namun tiada juga

Segera sanggup melupa

 

Kenangan indah pemanis rasa

Ada sakit mendera menyiksa

Manis pahit mengisi jiwa

 

Yogya, 11062021 04.47 292

 

BANGUN DARI MIMPI Suyatmi

 

Bangun dari mimpi buka mata hati

Semekar apa angan mengembang dalam ilusi

Tak mungkin merekah tanpa hangat sinar mentari

Yang menyatu bersama siraman bulir embun pagi

 

Tak mungkin meraih bulan di gelapnya malam nan sepi

Tanpa bias sinar sang surya yang menerangi

Bintang pun tak mau menampakkan diri

 

Hanya gulita mencekam di malam dingin menepi

Tidak segumpal awan tersenyum menyapa diri

Sendu membisu walau tersentuh lembutnya angin menghampiri

 

Setitik pelita akan memberi penerang

Redup remang membelai wajah muram nestapa

Tinggalkan kelam jelang masa nan cemerlang

Hingga senyum merona menebar aroma cita

 

24062021 11.52 291

 

 

MERAIH WAKTU Suyatmi

 

Mengikuti arah tujuan

Melangkah dengan ragu

Menuruni tangga kehidupan

Sadar bahaya menunggu

 

Berpaling meniti naik melaju

Walau aral mengikuti membelenggu

Menggenggam kalbu meraih waktu

 

Yogya, 22072021 14.24 290

 

MENARI DI ATAS DAUN

Suyatmi

 

Memetik aksara dari langit

Disematkan dalam baris berbait

Jadikan rangkaian makna perjalanan

Sebagai tempat ilusi bermekaran

 

Untaian angan mengembang bergulung berjubal

Tercurah dari bentang kalbu membahana

Kenangan bagian dari kisah yang terpintal

 

Ungkapan aneka rasa tertera indah berjubal

Terkadang tersurat duka nestapa

Namun tersirat sejuta petuah hingga hilang rasa kesal

 

Pikir jernih sebening embun menari di atas daun

Membasuh hati yang sedang limbung menahun

Agar tegak menatap masa dan terus melaju

Di jalan yang terbentang kebenaran walau terjal dan berliku

 

Yogya, 11072021 16.58 289

 

 

TINGGAL MIMPI Suyatmi

 

Ingin sekedar menatap

Walau hanya sekejap

S'bagai pengobat rindu

Telah lama membiru

 

Menelan hasrat memeluk sunyi

Dambaan tak jua menghapiri

Kini harapan tinggal mimpi

 

Yogya, 13062021 14,39 288

 

BERLARI MENCARI KENANGAN  Suyatmi

 

Angan melesat berlari menuju lereng bukit

Mengembara mencari kenangan yang melilit

Saat berdua berpadu membasuh diri

Berlumur lumpur madu membasuh hati

 

Saling tatap tajam menembus sukma

Seolah bicara mari saling melepas rasa

Diiringi debaran bernada kasih membahana

 

Hembusan nafas sengal memberi warna irama

Tanpa jeda mengeja makna desiran dalam dada

Bahwa kala itu berpadu melukis fantasi nan mesra

 

Lamunan pudar kala sadar bahwa semua telah berlalu

Kini tinggal kenangan yang erat membungkus kalbu

Tak mungkin akan mengulang masa seperti dulu

Hanya mencoba selalu tersenyum menyimpan lara rindu

 

Yogya, 10062021 23.05 287

 

SELAKSA RASA Suyatmi

 

Di sudut jiwa

Tersimpan selaksa rasa

Mengisi relung sukma

Penghias ruang cinta

 

Walau bibir berkata rela

Melepas kenang semua pesona

Namun hati tak melupa

 

Yogya, 13062021 12.08 286

 

TAJAMNYA MATA HATI Suyatmi

 

Untuk apa menyulut api asmara

Yang akan membakar hingga tak tersisa

Tinggal jejak debu hitam mengabu

Hingga membuat sesak derita membelenggu

 

Menahan lara yang tiada tara

Dalam kepasrahan tertimpa siksa

Lunglai tak berdaya

 

Mengapa tak segera padam gejolak rasa

Selalu bergelora dalam dada

Panas membara seolah mengelupas melayang jiwa

 

Ingin membuang derita yang menjerat

Namun selalu terlintas kenang yang menerkam rasa

Mencabik mencekik melilit erat

Hanya tajamnya mata hati yang akan melepas tali siksa

 

Yogya, 09052021 12.43 285

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler