akulah bunga rampai,
dupa_limau pirut dan rumah panggung
beta pula senandung bunda dimalam lengag dekat biuaian
hamba karinok, tauh pantau berdendang
biduk di sungai merangin dan jala nan menjerat ikan
Kalian meninggalkan mencaci menuduh kuno
kunun ku dak akan mati langkah guyah
tetap kutapak pasti keyakinan
di semua dada ada rasa di setiap fikir ada dzikir
disetiap kealfaan ada kesadaran
Anak negeri lupa diri anak bangsa lupa wangsa
tapi jiwa adalah sama
nan sebenar benar adalah kebenaran
nan seindah indah adalah perasaan
disana api redup ditiup bara mati
hamba nyalakan kenangan membawa pulang
adab dan adat tunjuk syahadat
akal cermin diri sikap memakai syariat menyusun
di algoritmatma hamba merayap
di tanda penanda hamba bertitah
pulangkan lagi rentak rebana,
bawa balik rebab mengalun
panggil alunan dendang seranpang jua gamad
bahkan denting alunan gamelan nan mendayu
Beta mawar nan kering pantang mati
daku melati layu menolak gugur
di sela zaman di perjalanan hitungan matrikulasi
ambo menolak punah di negeri sendiri
namun bangkit sebagai tuan rantau Melayu sejati
Wiko Antoni

Komentar
Tulis komentar baru