ANAMNESIS
(Pantai Ujung Genteng)
Neng, titisan peri surgawi
Malam ini Ujung Genteng bertamu
Mengetuk pintu hatiku
Wajahmu muncul dari lautan
Berdiri di bawah rembulan
Dan tersenyum padaku
Deburan ombak
Dan awan berwarna perak
Disembur lampu kapal nelayan
Di sanalah kutaruh harapan
Saat kita berdua di pelaminan
Mengikat cinta dan kesetiaan
Pasir putih adalah hamparan firdaus
yang ditaburkan malaikat pembawa berkat
Neng, aku ingat sejuknya malam
Kita berjalan di sisi pantai nikmati alam
Mencari ikan dengan saringan
Kamu energik begitu mistik
Tiap gerakan tak lepas pandangan
Kamu dapati dalam genggaman
Luar biasa
Seperti mengajariku makna kehidupan
Zodiak scorpio yang bergairah
Pancaran karismatik penuh daya tarik
Pejuang tangguh
Tanpa keluh hasrat mengaduh
Ku kagumi kelincahanmu
Tak ragu bagai pemburu
Tak kenal lelah dalam ambisi
Enggan menyerah sebelum tercapai mimpi
Kamu pandai mengobati
Cermat dan teliti
Memiliki filosofi
Sebenarnya sampai saat kini
Aku tak pernah mengira
kamu bisa menyukaiku
Segala tingkahmu yang polos
Membekas dalam kaca kamarku
Ujung Genteng ya pantai penyu
Kotak rahasia masa lalu
Betapa sangat kurindu
Agung Gema Nugraha
1 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru