perjalanan panjang sejarah telah tak lagi terbantah
Raden Arya Wiralodra dan Nyai Endang Darma Ayu
menjadi penanda formal munculnya dialeg baru
yang muncul dari percakapan keseharian
untuk bisa saling dimengerti dalam komunikasi
dari latar belakang bahasa yang berbeda
Jawa dan Sunda
lama terbangun dan lambat laun tersusun
menjadi dialeg formal dalam lingakaran kekuasaan
kemudian kian menyebar dan mengkristal
mewujud menjadi dialeg kehidupan rakyat
maka untuk mengabadikan menjadi simbol sejarah
dibakukan Darma Ayu sebagai sang perintis
menggunakan Bahasa Jawa dalam dialeg Sunda
yang dalam kedamaian diam
terus tumbuh berakar dan menjulang
darmayu menjadi sebutan
menjadi penanda keunikan dalam komunikasi kehidupan
dan akhirnya dinobatkan menjadi dermayon
yang siapapun akan tahu dan mengerti
apalagi generasi yang lahir beradarah asli
pergumulan dan penyelarasan dalam komunikasi
memang seringkali menggeser
tebaran kosa kata dalam komunikasi yang berbaur
bisa menjadikan dialeg baru
sepertihalnya dermayon sebagai dialeg baru saat itu
maka yang harus terpikirkan
apakah kita biarkan berbaur terbuka
ataukah dibatasi dengan sebuah kebijakan
untuk menjaga kelestarian
agar dermayon sebagai penanda budaya
tetap berada dalam lingkaran kemurnian
atau bahkan dikuatkan
menjadi komunikasi lokal yang formal
yang bahkan akan merambah
menyertai migrasi generasi ke pelosok negeri
Komentar
Tulis komentar baru