Skip to Content

dermayon, masihkah akan berkibar

Foto Bambang Nurmu'is

perjalanan panjang sejarah telah tak lagi terbantah

Raden Arya Wiralodra dan Nyai Endang Darma Ayu

menjadi penanda formal munculnya dialeg baru

yang muncul dari percakapan keseharian

untuk bisa saling dimengerti dalam komunikasi

dari latar belakang bahasa yang berbeda

Jawa dan Sunda

lama terbangun dan lambat laun tersusun

menjadi dialeg formal dalam lingakaran kekuasaan

kemudian kian menyebar dan mengkristal

mewujud menjadi dialeg kehidupan rakyat

maka untuk mengabadikan menjadi simbol sejarah

dibakukan Darma Ayu sebagai sang perintis

menggunakan Bahasa Jawa dalam dialeg Sunda

yang dalam kedamaian diam

terus tumbuh berakar dan menjulang

darmayu menjadi sebutan

menjadi penanda keunikan dalam komunikasi kehidupan

dan akhirnya dinobatkan menjadi dermayon

yang siapapun akan tahu dan mengerti

apalagi generasi yang lahir beradarah asli

pergumulan dan penyelarasan dalam komunikasi

memang seringkali menggeser

tebaran kosa kata dalam komunikasi yang berbaur

bisa menjadikan dialeg baru

sepertihalnya dermayon sebagai dialeg baru saat itu

maka yang harus terpikirkan

apakah kita biarkan berbaur terbuka

ataukah dibatasi dengan sebuah kebijakan

untuk menjaga kelestarian

agar dermayon sebagai penanda budaya

tetap berada dalam lingkaran kemurnian

atau bahkan dikuatkan

menjadi komunikasi lokal yang formal

yang bahkan akan merambah

menyertai migrasi generasi ke pelosok negeri

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler