Aku berlayar di antara badai dan kecamuk ombak
Kau letakkan telunjuk di pelupuk mataku untuk jadi pedoman
Kau tertawa sambil menggenggam air untuk kau bawa pulang
Itulah aku di bulu matamu
Ada yang lupa aku kabarkan saat kau berada di atas angin
Angin tak dapat kau terka
Itulah aku dalam sosok yang berlutut untuk kau pijak
Akulah itu seperti angin sulit diterka
Akulah itu seperti angin kehilangan musim
Akulah itu seperti angin menelan badai
Hingga ombak liar kehilangan kecamuk
Engkau berdiri bertolak pinggang
Lalu menepuk-menepuk dadamu
Lalu berkata, "Akulah penakluk badai"
Engkau tak paham
Aku telah meletakkan angin lembut di setiap jejakmu
Angin lembut itu mengintai pelayaranmu
Tapi engkau tak mau tahu
Angin-angin lembut itu akan menjadi badai
Hingga kecamuk ombak datang membantai pelayaranmu
Hingga puing-puing mencatat kisahmu; binasa!
Sawitto, 200226
Aku berlayar di antara badai dan kecamuk ombak
Kau letakkan telunjuk di pelupuk mataku untuk jadi pedoman
Kau tertawa sambil menggenggam air untuk kau bawa pulang
Itulah aku di bulu matamu
Ada yang lupa aku kabarkan saat kau berada di atas angin
Angin tak dapat kau terka
Itulah aku dalam sosok yang berlutut untuk kau pijak
Akulah itu seperti angin sulit diterka
Akulah itu seperti angin kehilangan musim
Akulah itu seperti angin menelan badai
Hingga ombak liar kehilangan kecamuk
Engkau berdiri bertolak pinggang
Lalu menepuk-menepuk dadamu
Lalu berkata, "Akulah penakluk badai"
Engkau tak paham
Aku telah meletakkan angin lembut di setiap jejakmu
Angin lembut itu mengintai pelayaranmu
Tapi engkau tak mau tahu
Angin-angin lembut itu akan menjadi badai
Hingga kecamuk ombak datang membantai pelayaranmu
Hingga puing-puing mencatat kisahmu; binasa!
Sawitto, 200226
Komentar
Tulis komentar baru