Skip to Content

Puisi ke 20 dalam MENGHITUNG RINDU (1)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

KAU KUSEMBUNYIKAN  

 

Kejar hingga ke batas meskupun kau lapar meski harus terkapar

Orang perorang datang menimbang harapan bibir gemetar

Membuat kitab tanpa jilid tanpa lembaran tanpa halaman

Pada saat dirinya terpasung hilang di pulau tanpa daratan

Ambil panah lesatkan anaknya ke titik dalam gelap

Setelah itu surutkan langkahmu tengadahkan tangan berharap

Ingin datang seribu mukjizat sambil tidur lelap dalam gelap

Asingkan diri jika dalam terang tak bisa menatap

Nanar dan sasar seperti kata Chairil Anwar

Antara mimpi dan jaga siang hari di jalan tidak datar

 

201206291910 Kotabaru Karawang

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler