Skip to Content

Puisi ke 35 dalam MENGHITUNG RINDU (1)

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

 

KISAH BOCAH INGUSAN  

 

Air mata yang telah lama kusimpan

Akhirnya titik jua membasahi pelupuk

Ini air mata telah lama kutahan

Menitik membawa kisah busuk

 

Kisah busuk ini untukmu kuceritakan

Kisah tentang bocah ingusan

 

Seorang bocah ingusan sombong menantang badai

Berdiri tekan pinggang di tepi pantai

Tak sadar setan jin hantu jembalang menyeringai

Muka beringas liur menetes mata liar mengintai

Bocah ingusan terbuai dibius seribu andai

Bocah ingusan terkulai

 

Bocah ingusan terlena ditetak pedang kata-kata

Lalu tidak mati tidak hidup lemah tergeletak

Harapan punah semua mimpi ikut sirna

Berganti bau semerbak

 

Inilah ayat air mata yang t’lah lama kusimpan

Malam ini jadi cerita dan kuceritakan

 

Bocah ingusan akhirnya tinggal kulit membalut tulang

Takut pada malam takut pada siang

 

Di mana engkau aku punya pertanyaan

Tahukah engkau siapa dan di mana bocah ingusan

 

Aku mencarinya karena aku pernah menyuruh

Menelan pil pahit tujuhpuluh tujuh

 

201702252110 Kotabaru Karawang

 

 

Komentar

Foto Hakimi Sarlan Rasyid

,

,

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler