Skip to Content

TERATAIKU, KAU

Foto Asep Saeful Azhar

Terataiku, kau

 

Hujan turun perlahan
senandung nada gemercik berpantulan
juga tanah kering menjadi dingin
dan awan bungkam disayat sembaran;

kian menyala hingga urat-urat langit melilit

Berteduh di antara daun-daun layu
Aku berserakan diterpa bayu

Teratai masih menjulang bermekaran
saling menyapa ketika tetes hujan pertama


“Clak.. clak.. “


Daun teratai berbisik sapa

 keapada danau yang bersahaja menyimpan rasa kemarau

 yang membuatnya retak berlumpur parau

Teratai masih menari-nari bermekaran
hingga ia hanyut sampai hulu sungai.

 

Terataiku kini

mati ditelan suara surga

Ah, halusinasi!

 

Juga kau

terataiku itu.

Ya, kau.

 

 

Bdg, 13 November 2013

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler