Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

Ketakutanku

Lama kami menunggu dibawah pohon akasia ini

Dikeriuhan lalu lalang kendaraan

Bercengkarama dan diselingi gelak tawa, canda ria

Tanpa peduli tatapan orang

bahagia atau luka adalah cinta

Cinta datang tak kenal hati

Cinta akan hadir dalam hati

Menggenggam erat sulit tuk terlepas

Menjaganya tetap bersemayam dalam kehangatan

Ibuku sayang

Ibu..

Tak ada duka dalam plukmu...

Tak ada tangis dalam belaianmu...

Semuanya hangat sampai kehatiku...

Sehingga damai itu yang terasa selalu...

 

teruntukmu (edelweisku)

Mendeskripsikan wajahmu

Seperti terdiam duduk di atas batu sungai yang jernih

Tak bosan aku melihatnya, tak jenuh aku mendengarnya

*Orange Sky*

Orange sky is when I seat on my porch
It’s my sweetest grieve
It’s when I lay my life in the hand of faith
and silently embrace my wounds and my happiness

poem for my Father

I see you quite in many days Sir,

sumtimes not at all

You are the best painting that i admire the most

You write letters even when i'm near you

Diam-diam

Ketika
subuh telah semakin basah
sembabkan kelopak dedaunan
lalu kembali engkau katakan
keheningan membuat air mata
lebih mudah teruraikan.
Matamu kuyup serupa rumput

Terbuai kenikmatan

Dilubuk hatiku tersimpan

Ada rasa bimbang yang enggan kauceritakan

Ternyata baru kusadari senangnya hatiku

Terganjal dengan ada sesuatu yang kau simpan dihatimu

Pujangga sukma

Ketika ranting dan daun beradu
Gesekkan bunyi nya
Hampir tak terdengar
Yg mendengar hanya peka nya hati.....

Udara malam menghembuskan nada nya
Tak terdengar sampai ke relung sukma

sama

Bila bisa merasakan rasa yg sama...
Mungkin tak kan sanggup 'tuk berdiri

Bila bisa merasakan rasa yg sama...
Belum tentu mampu 'tuk berdiri lagi...

Bila bisa merasakan rasa yg sama...

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler