Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

Inginku Denganmu

 

 

inginku

memeluk pagi

rindu

rindu

 

adakah yang lebih perih dari sepi

Di temaram bayang-bayang

Dalam gamang

(saya berkata pada bayang-bayang)

Kita menjumpai bulan tua di emperan

Ketika seluruh tubuh rebah

 

BUKAN MIMPI

 

Jalani dan Syukuri

Jalani dan Syukuri


NANGGALA 402

NANGGALA 402

 

Malam di sini bulan telah lewat

BISIKKAN

Cinta Sejati

Putri salju yang selalu aku makan setiap hari raya

Selalu rasa manis semacam labu

Tiap butir aku lahap

Tiap rasa aku amati

Senja Perempuan Pemulung Dan Anak Bayinya

Langit hitam kelam senja merangkak lelah
Riuh ramai kota nan angkuh
Peduli apa gerimis
Derai tubuh kumuh
Langkah kemana
Senja lewat gerbang malam

#4334 dan #437_Cahayati II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PUDAR BIANGLALA Cahayati

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler