Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Puisi

Doa Ibu

sebelum tidur, ibu datang

dan berdoa untukku.

ia berulangkali menyebut nama-mu, eva.

aku perlahan lelap.

namun sebelum nyenyak, sempat kubisikkan

HIDUP (IV)

HIDUP (IV) 

: Bunga kasih

Oleh: Gerobakata Kenarock

 

Biarlah langit malam ini menjadi hitam

Tanpa ada kilau bintang maupun bulan

HIDUP (III)

HIDUP (III)

: Perempuanku

Oleh: Gerobakata Kenarock

 

Basuhlah dengan perlahan tangan dan wajah

meski ditengah dingin menggigit kulit

HIDUP (II)

HIDUP (II) 

: Basuh lukamu

Oleh: Gerobakata Kenarock

 

Andai saja kita bisa memilih titah hidup

tentu akan dapat mendahului sesal

HIDUP (I)

HIDUP (I) 

: Lentera, Jiwa, Cinta dan Kamu

Oleh: Gerobakata Kenarock

 

bila aku nyalakan lentera

dipekat malam

rona senja akan datang

Berdo'a Lah

Berdo’alah

Sesaat hati tak berfikir tentang hal lain

Tangis tak tertahankan terusap kain

Kelak, diri di akui sebagai kaumnya

BUKU DAN RUAS

 

 

 

 

 

BUKU DAN RUAS

 

YANG MEMEKIKKAN NAMA

 

 

YANG MEMEKIKKAN NAMA

 

Akhirnya kabut putih yang menyelimuti bukit tersibak juga

Magenta Malam

MAGENTA MALAM

 

Merona langit kota

Angkasa merupa lepas senja

Garut gilap kemerahan

Edar merah fusia

Nikmat mata memanja

DEMIKIAN

DEMIKIAN

 

Demikian aku mengagumi dataran-dataran indah

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler