Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

kucari rembulan

kucari rembulan malam ini

kusibak mendung dengan tatapan

di antara gemuruhnya kota

Antrian Panjang

ribuan manusia berjajar berdesakan

menunggu giliran jatah kehidupan

tak ada yang bisa mengalah

Kesepian

kesepian itu bukan kesendirian

di tengah keramaian kesepian bisa terjadi

jiwa yang penuh ketentraman

atas nama-Mu

atas nama-Mu

hidup ini dalam kesejukan

jalan-jalan terbuka

dalam sorot mata-Mu yang mengiringi

buka topeng kemunafikan (mata hati sang koruptor)

meniti langkah kehidupan  yang  penuh problematika

tak bisa kulalui dengan garis keimanan

seringkali kemunafikan menghiasi sekujur tubuhku

POHON DAHAN RANTING DAUN

 

 

 

 

POHON DAHAN RANTING DAUN

 

Pohon-pohon belum semuanya roboh

Akhir Hayatmu (Untaian Buat Ayah)

detik-detik akhir hayatmu

adalah nuansa ruhaniah yang penuh makna

hanya sembilan puluh satu jam  engkau berbaring

Sketsa Kecil Buat Iin

mungkin kita sepakat

ada serpihan hati yang tak bisa disingkirkan

ketika pendar aura bertemu dan menumbuhkan ikatan

Jendela itu Kembali Terbuka

vila kehidupan itu sudah terbangun lama

serumpun penghuni asyik berkerumun dan bercengkerama

sepanjang hari

Hampa

ada sebuah kehampaan ketika sunyi merayap

seribu dentang gundah gulana berdesir di tepian hati

tidak tahu apa yang kurasakan

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler