Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Puisi

rumah mu dalam pembangunan

Bang,

Rumah mu masih dalam pembangunan

Tapi kamu memilih batasi sabar

Lalu memetuskan untuk kelain naungan

Yang lebih kamu temukan kepastian

bayang-banyangmu sisi gelapmu

kenapa engkau mengejar bayangmu ketika menuju matahari

kenapa engkau lari dari bayangmu ketika meninggalkan matahari

bayang-bayangmu tetap akan ada ketika ada cahaya

kenapa engkau cemburu

kutulis nama-nama yang pernah menjadi kekasihku

kulukis wajah-wajah menawan yang pernah menjadi kekasihku

kukenang kekasih-kekasihku dalam puisi

kusiramkan air keteduhan

kusiramkan air setiap pagi pada kembang-kembang yang kutaman

karena aku mengerti ia akan digempur oleh teriknya matahari

kusiramkan air pada kembang-kembang yang kutaman

malam luka

 

MALAM IN

Malam ini,

Suara apa yang bising

Selain suara rintik perihnya hati

Luka yang ini perih

Seakan tawamu adalah garam yang tertabur

luka

Bahkan aku sudah sering luka

Hanya saja aku masih tak terbiasa

Sebab ditinggal kamu bukanlah hal biasa

Senja  menjemput mu  tanpa alasan

aku mencintai mu

AKU MENCINTAI MU

 

aku mencintai mu

itu saja

bila senja menghantarku pulang

maka tak kan berani aku bawa segala luka

Sebenarnya di manakah Engkau

seringkali aku kehilangan-Mu meski dalam shalatku

seringkali aku kehilangan-Mu meski dalam dzikirku

seringkali aku kehilangan-Mu ketika kebaikan kujalani

BAYANG-BAYANG DI TANAH TIDAK RATA

 

 

 

 

BAYANG-BAYANG DI TANAH TIDAK RATA

 

Roman Gelap

Tak rontok, bulu mata yang bengkok

Rayuannya elok, mengejek, perasaan berolok-olok

Demikian, hubungan kita terencam semakin belok

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler