Skip to Content

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

ombiKETIKA POLITISI BERPUISIJoan UduPerempuan Jalang
KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGSalman ImaduddinMolotov Terakhir

Puisi

DUPAMU DUKAKU

 

 

DUPAMU DUKAKU

 

Bukan untaian kata yang terucap

HARI ITU

 

 

HARI ITU

 

Mata kosong kulit pasi telinga layu 

kukenang dalam rangkaian bunga

tiba-tiba bayangmu berkelibat

menyapaku lembut melalui sudut-sudut taman

jemarimu menyibak dedaunan

menelusuri kembali bunga yang akan kau untai

Saat Musim Hujan

pagi basah

hujan tertadah

aspal gompal sudah ramah

genangan sisa pada sandal

tipis terasah

tegur sapa memulai hari

waktu bekerja telah tiba

kubiarkan sandal ini di sini

sepasang sandal jepit hitam itu

tak akan bernilai bila bercampur sampah

bahkan tak akan bernilai bila dibiarkan

tapi akan lain bagiku dan bagi kita

mengejar fatamorgana

ketika hati telah bertekad  berjuang di jalan kebenaran 

dan tekad telah diyakinkan dengan kata-kata

tetap ada tantangan untuk menguji kesungguhanmu

semua harus dibingkai doa

ada yang tetap tak bisa diurai dengan kata

sampai batas kata yang bijaksana

ada yang tetap tak bisa diurai dengan kerling mata

sampai batas kerling mata bijaksana

entah kenapa

entah kenapa tiba-tiba kumelintas di jalan ini

melintas di sekitaran jalan depan rumahmu

dan kemudian tiba-tiba kurindu padamu

padahal telah begitu lama 

untaian sunyi

kubuka kembali untaian sunyi

di bawah semilir angin di ujung malam

bersama temaram kerlip ribuan bintang

untaian sunyi

harus kutemukan lagi

PELUPUK BASAH

 

 

PELUPUK BASAH

 

Apa lagi yang harus kutulis

Ketika semua terasa sebagai habis

Huruf lenyap kata hilang kalimat terkikis

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler