Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Karya Sastra

Untuk Anak-anakku

anak-anakku

perlahan dan pasti engkau akan sampai

saat-saat engkau harus menelusuri makna perjalanan diri

mukena itu

perjalanan bianglala cinta kian mengkristal

meski kita masih meraba

tentang kesungguhan

ataukah hanya sebatas hiasan

seperti bunga-bunga meja 

Sketsa Kecil Buat Iin

mungkin kita sepakat

ada serpihan hati yang tak bisa disingkirkan

ketika pendar aura bertemu dan menumbuhkan ikatan

langit

Luas tanpa penolakan

Terbentang tanpa pembatasan

Tanpa tau jumblah bintang,

Kau biarkan tertabur sebagai hiasan

Menghibur kami yang hanya dapat memandang

BIAR SAJA

 

Biar saja

Segala patah yang membelai 

Segala pedih yang tertanam

Puisi-puisi Narudin




PESAN SINGKAT UNTUK KEKASIH

ORANG GILA MENGGALI

 

 

 

 

 

ORANG GILA MENGGALI

 

#4334_#437 Cahayati (III)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

menekuk lutut

Cinta itu membuat ku menekuk lutut

Hati yang tak selemah itu

Oleh cinta dibuat tak lebih dari remuk

Inikah peradaban cinta?

Yang tersakiti adalah yang mencintai

#4334_#437 Lilik Puji Astutik (III)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler