Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

#4334 dan #437_Kinar Mawar Berduri

Kinar
Bima - NTB
Gemar menulis sejak SD

 

 

 

 

 

 

 

 

ALLAT: SANG DEWI (puisi yang membebaskan)

Dialihkan ke dalam bahasa Melayu Indonesia

 

[Mahamantra]

Lada  Lete  Lalita  al-Lat

 

1. [Liyan]

Bangunlah! Aku bukan tunggal dan banyak, –

inti Aku yang taklah terbilang;

Aku bukan ibu atau perawan, –

sesungguhnya Aku yang liyan dari segalanya;

kepada lain dewata – kepercayaan tak bernama

barang siapa yang tidak mendoakan sesuatu;

telah mempunyai semua, yang kaya dengan roh

terbang keluar kelimpahan ke moksa.

#4334 dan #437 Lilik Puji Astutik II

SEMU  Lilik Puji Astutik

 

 

Saat gairah terpadu

Dalam alam semu

#4334_dan_#437 Faechah Jepara

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RINDU HARSA Faechah Jepara

 

#4334_dan_#437_Suyatmi

Suyatmi

Sleman – Jogjakarta

Gemar menulis sejak 2018

 

 

 

 

#4334 dan #437 Cinta Cinta

 

Cinta Cinta (1996)

 

 

 

 

 

 

 

 

Puisi-puisi Nan Ell

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cikal bakal buku "Di Bawah Rembulan Kesepian"

Kelopak Mata Lucia

Candra Lesmana

 

Warna cemasmu yang perak

Telah menjadi awan

Telah menjadi hujan

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler