Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI
KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGannisa rizka roselinaSembunyikan Waktu

Karya Sastra

Yang Hilang

(Untuk Wiji Thukul)

 

Dia

Peluknya terlalu lama

Tawanya terlalu membekas

Tapi kenangannya tak bisa ditukar

Dia...

Iya? Yang pergi membekaskan sayatan luka

YANG TIDAK DI ATUR

Maunya sendiri
Kemunafikkan hidup terkuak  tampak jelas
Perubahan buruk femom prosa
Aku memilih bersifat lembut
Tutur kata Aku pegangan kita berdialog

Rindu Kampung

Kampung kami bernama Gotong Royong

Tanah Air Tergusur

Subur hamparan sawah dan ladang

Nafas Buruh

 

Pena Pewarta Di Istana Negara


Apa yang kita harap dari kabar-kabar viral
Ketika masih banyak tetanggamu yang hidup lapar

Petani dan Kopi


Kusedu kopi aceh disuatu pagi
Diskusi mahasiswa tentang negeri
Di atas tanah air subur makmur
Banyak petani kita tergusur

Jangan Salahkan Rakyat

Jangan salahkan rakyat

Bila mereka miskin dan berdesak

Tinggal dipinggiran kali berarak

Dihimpit situasi yang kian sesak

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler