Skip to Content

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGannisa rizka roselinaSembunyikan Waktu
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

Imah 1

jelang tengah malam dua lima juni dua dua

diantara kepenatan jalan pikiranku

kucoba membuka jendela kehidupan dunia maya

untuk sekedar menghirup kesegaran angin

Mungkin untuk bahagiamu, dusta pun diijinkan

Alay. Begitulah mungkin kata sebagian orang kala mendagar ucap kata yang begitu indah.

Mungkin memang sarat akan makna, namun sering kali berakhir dengan dusta dan kemunafikan. Itulah mengapa mungkin kata-kata gombal sering kali dianggap menjijikan.

pada namamu, bait-bait kerinduanku

Rima rindu kian sendu

Intonasinya semakin menderu

Sebait sungkawa terus beradu

Kenang bersamamu mulai semu

Adakah sekejap waktu bertemu

 

Candu Rindu

Malam bersenandung riuh

Bulan tampak penuh

Awan berarak seolah menjauh

Menampakkan rindu semakin bergemuruh

 

Oh... Angin,

Dialog Senja Tiba

Nyanyian sendu rindu

mengalun deras

menyapa keheningan malam

mengiringi kerinduan

 

"Belum satu hari aku

sudah rindu padamu

KATAKAN

Kasih katakan padaku

Luka apa ini

Mimpi apa ini

Dahaga apa ini

ada irama aneh 

berdetak di jantungku

menyelimuti perasaan

 

Harsa Sahaja

termangu

bayang wajahmu

tertahan waktu

berminggu minggu

ditunggu rindu bertemu

disaat jumpa denganmu

bukannya hilang rasa jemu

LIMERENCE

Waktu sepi

Terbatas jarak tak bertepi

Terletak rindu di hati

Meski harus menanti

 

Di ufuk indurasmi

Menjelaskan hangat hati

Limerence

Waktu sepi

Terbatas jarak tak bertepi

Terletak rindu di hati

Meski harus menanti

 

Di ufuk indurasmi

Menjelaskan hangat hati

SINAR

Malam kian pekat

Udara kian menyengat

Bulan menghiasi jagat

Begitu hangat

 

Di balik awan yang pekat

Ratu malam tetap

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler