Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI
KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGannisa rizka roselinaSembunyikan Waktu

Karya Sastra

Setu Patinggi


Perawan dalam kesunyian di tepi puisi
Biarlah menepi kesetiap renung kontemplasi
Altar pertapa tak elok bila terkoyak polusi
Teduh yang tersisa meresapi relung hati


Aku ini apa?

Aku ini apa?

Wanita yang dulu kau banggakan

Sekarang kau sia-siakan

Bolehkah aku bertanya

Aku ini apa?

Cinta atau hanya pelampiasan

 

Asa dan Rasa

 

 

 

Aku tidak tahu Rasa seperti apa?

Yang kutahu hanyalah cinta

Meski membuat luka

Aku hanyalah wanita biasa

HEY KAMU

Cara pandang tak sa

Diman

 

Pagi menjelang siang, matahari mulai beranjak dari cakrawala, menuju ke atas kepala dan menjadi saksi mata berbagai cerita. Itulah mengapa ia disebut Mata-Hari.

38. April 2003

38.

April 2003

Wid.Yo

 

Mencintaimu, 

Seperti menyelam di lautan

Yang tak kuketahui dimana dasarnya

 

Mencintaimu,

Kalau Mei Datang

Kalau Mei Datang


Kalau Mei mendatang

Jangan ingatkan saya tentang kue 

Atau perayaan ulang tahun

Hanya perayaan kesunyian

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler