Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Karya Sastra

Yunus

Mungkin aku tak bersyukur
apalagi tak sabaran
menunggu antrian
sebelum karcis kehabisan
kadang penantian buatku tak sabar
itulah aku selalu berpikir

Cinta Sejati

Putri salju yang selalu aku makan setiap hari raya

Selalu rasa manis semacam labu

Tiap butir aku lahap

Tiap rasa aku amati

Dalam Tidur

Dalam tidur
kenapa ada mimpi
jiwa orang berterbangan
sampai kepala kebayangan

Senja Perempuan Pemulung Dan Anak Bayinya

Langit hitam kelam senja merangkak lelah
Riuh ramai kota nan angkuh
Peduli apa gerimis
Derai tubuh kumuh
Langkah kemana
Senja lewat gerbang malam

LAGU BURUNG KEMATIAN

 

 

 

 

LAGU BURUNG KEMATIAN

 

burung malam di ujung senja

CINTA RINDU RINDU CINTA

 

 

 

CINTA RINDU RINDU CINTA

 

Ditulisnya lagi tentang rindu yang menjadi luka

#4334_#437 Erni Yunting

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

inquieto

pada ruang rindu ini

kusimpan setitik gelisah

menggantung resah

diantara janji menanti pasti

SYAIR LAGU UNTUK PETANI

Kunyanyikan lagu baru untukmu
Bernyanyilah bersamaku
walau tanpa nada dan irama
Dedaunan adalah dirigenku
lambaiannya lembut seakan tertidur

Inginku Denganmu

 

 

inginku

memeluk pagi

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler