Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

#4334_#437 Bunda Swanti

KEKASIH HATI

Karya: Bunda Swanti

 

Raga menyusut lesuh

Teronggok bagai kain lusuh

Menghitung piutang hati pun keluh

#4334_#437 Cinta Cinta

 

Cinta Cinta (1996)

 

 

 

 

 

 

 

 

#4334_#437 Suyatmi

Suyatmi

Sleman – Jogjakarta

Gemar menulis sejak 2018

 

 

 

 

#4334_#437 Lilik Puji Astutik

TERLENA PESONA SEMU Lilik Puji Astutik

 

 

Gerimis menyelimuti pagi

Saat keresahan terlanda sunyi

HITAM PUTIH CINTA DAN RINDUNYA

HITAM PUTIH CINTA DAN RINDUNYA

 

Cinta menjelma menjadi rindu yang berkata-kata dalam desir darah  

Musim Hujan

Musim Hujan

 

Aku ingin pulang

Ketika hujan semakin deras

Membuat tubuhku basah kuyup

 

Aku ingin pulang

Kepada tubuh mungilmu

Perang

Perang

 

Perang tidak hanya baku hantam di sebuah lapang.

Tidak hanya menggunakan pistol atau parang.

Cinta juga selalu berperang.

Suara

Suara

 

(1)

Suaramu ialah riuh ombak dalam dada.

Rindunya bergulung-gulung tak tertumpahkan.

 

(2)

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler