Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Joan UduPerempuan JalangIyus YusandiRenjana
Mega Dini SariMungkin Aku LupakesaSajak Ombak

Karya Sastra

Sajak Kuli Tinta

/1/

Kulihat wajah negeri

babak belur dihajar oligarki

Tubuhnya luluh penuh peluh

darah merah-segar luruh

Ambisi Pemuda

Ketika diri dalam usia muda belia

Nikmat raga kuat dan jiwa membara

Besar hasrat ingin menantang dunia

Ingin diri melanglang buana

 

SINAR

Malam kian pekat

Udara kian menyengat

Bulan menghiasi jagat

Begitu hangat

 

Di balik awan yang pekat

Ratu malam tetap

#4334_#437 MEMETH JACK JAMHARI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SIDI PUTIH BERSULAM ROS MERAH

 

 

SIDI PUTIH BERSULAM ROS MERAH  

 

Mari Sayangku

Mari sayangku

kemari dalam rangkulanku

jangan berlari

lupakan sejenak muslihat

arus perjalanan maya

di sudut waktu yang membawamu

terjerumus

KETOPRAK KALIYUGA

KETOPRAK KALIYUGA

 


Pagi hujan Gatotkaca matanya masih tajam

DALAM DAN DENGAN

 

 

 

DALAM DAN DENGAN

 

Batas hasrat harus dibuat agar luka tak terlalu terasa

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler