Skip to Content

puisi edi sst

Puisi-puisi Pendek Si Pejalan (4)

Kutapaki Pelataran-Mu (4)

oleh edi sst

 

Menapaki pelataran-Mu

di raudah tak kutemukan selendang bidadari

Puisi-puisi Pendek Si Pejalan (3)

Kutapaki Pelataran-Mu (3)

oleh edi sst

 

Menapaki pelataran-Mu

Di shafa-marwa dan batu-batu hitam

Puisi-puisi Pendek Si Pejalan (2)

Kutapaki Pelataran-Mu (2)

oleh edi sst

 

Menapaki pelataran-Mu

Kugandeng tangan lilimu perlahan

Puisi-puisi Pendek Si Pejalan (1)

Kutapaki Pelataran-Mu (1)

oleh edi sst

 

Panggilan-Mu

Membuat batu-batu tersedu

Angin gurun berbalik memburu

Menonton Sendratari Ramayana

Menonton Sendratari Ramayana

oleh edi sst

 

Kelebatan selendangmu menghantam wajah hitamku

Bayang-bayang Tanpa Kenang

Bayang-bayang Tanpa Kenang

oleh edi sst

 

Bayang-bayang pun tanpa kenang

Setelah kutikam rembulan

[Puisi Gurun] Sepasang Mata Berbinar Liar

Sepasang Mata Berbinar Liar

oleh edi sst

 

Bersama diri yang pecah

Di sampingku memanjang sebuah lorong

[Puisi Gurun] Di Sudut Itu Aku Terpaku

Di Sudut Itu Aku Terpaku 

oleh edi sst

 

[Puisi Gurun] Narasi Kaktus Berduri

Narasi Kaktus Berduri

oleh edi sst

 

Kau kirimkan kurma gurun

Dan sebuah kaktus berduri

Lalu, kau tak bicara lagi

[Puisi Gurun] Sebuah Jendela dan Jalan Simpang

Sebuah Jendela dan Jalan Simpang

oleh edi sst

 

Angin gurun terus menyayat-nyayat

Menebar bau harum jiwamu yang pecah

Syndicate content


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler