Skip to Content

Puisi harapan

Rikza Khansa Sabiha

Aku mengukir angan dalam sebuah nama,

Yang lahir

 dihadapanku seorang insan baru,

 

Wahai anaku

Rikza Khansa Sabiha!,

dengarkan aku

dengarkan aku wahai gadisku

seperti angin yang mendesah perlahan...

dengarkan aku wahai perempuanku

seperti kata yang mengalir lepas seiring perjalanan waktu

MAWAR BERDURI

Pada suara kokok ayam di subuh buta

roda kehidupan pagi  segera bergerak

 

Pada keindahan cahaya pagi merekah

berbagai asa hari ini kugantung di langit

Jauh ku gapai diri mu

by, hermandstk

 

Masih berlomba dengan waktu

Yang tak pernah mau menunggu diri ku.

Meskipun aku berharap

Ia akan berpihak kepada ku.

 

Tapi

Darimulah kutemui arti ketika tak mampu kufahami jalan hidupku yang gelap ini.

Elegi untuk Iza

Za…

Ada sesal di sini

ketika ruh kita tak saling bercumbu lagi

dalam persaudaraan yang sengaja kita cicipi

setelah dicipta sendiri

 

Asa & Rasa

Kala waktu telah hilang

Waktu asa mulai pudar

DIMANAKAH

DIMANAKAH

Kutelusuri lembah senyap
Diantara puing – puing harap

Kutelusuri tebing – tebing terjal
Ditengah derita yang mengganjal

Aku hendak rebah - mati
Di buru emosi dan ambisi

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler