Skip to Content

Meneropong Jejak Wanita dalam Dinamika Kesetaraan

Foto behrie

Ada yang bilang wanita adalah mahluk yang lemah lembut yang  hanya ada  sekedar memberi warna dan keindahan dalam kehidupan.Banyak angapan jika wanita hanyalah mahluk lemah yan menggunakan perasaan dalam memaknai segala tindakan yang ia lakukan.Memang semua itu benar adanya apa anggapan orang tentang wanita tak jauh berbeda dan tidak mengalami pergeseran makna.Sehingga seorang wanita seolah menjadi mahluk nomor dua yang terdiskreditkan keadaannya,

Namun keadaan itu perlahan mulai terkikiskan dengan adanya wawasan kestaraan gender yang kian didengungkan menjadikan wanita seolah memiliki kekuatan baru untuk berkarya.Wanita mampu menjadikan dirinya sejajar dengan pria dengan segala kegiatan dan keadaannya.Tak dipungkiri bahkan keadaan wanita bahkan jauh lebih memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan seorang pria

Kita bisa lihat dan sering mendengar sepak terjang wanita wanita yang member arti dan perubahan bagi negaranya,di tanah air kita bisa lihat nama seperti Cut Nyak Dien dengan semangat perjuangan anti Kolonial,atau jugaRA Kartini yang dengan semangat emansipasinya memberi secercah harapan bagi wanita pribumi lepas dari kukungan dengan tulisan “Habis gelap terbitlah terangnya”,di luar negri kita familiar dengan tokoh tokoh pergerakan wanita separti Benazhir Butho pemimpin wanita pertama Pakistan yang memberi semangat perubahan di timur tengah, kita juga tahu Margaret Thatcher dengan julukan “Iron lady”mampu mempertegas identitas ranah Britania ,atau bahkan yang sekarang perjuangannya juga menjadi sorotan dunia adalah adalah Ausan Su Kyii yang berani menentang dan mempertaruhkan nyawa melawan rezim junta militer di Myanmar.Itu hanya segelintir perjuangan dan peran wanita yang Nampak khususnya dalam pergerakan dan politik.Belum bagaimana peran mereka dalam bidang lainnya yang memang tak sempat tersorot,banyak karya telah terukir dengan kelembutan wanita dengan bingkai emansipasinya.

Mempertegas makna emansipasi memang menjadi senjata pegangan ampuh bagi wanita dalam melangkah melakukan sesuatudan berkarya ,namun makna emansipasi dan kesetaraan gender ini yang juga mencadi ironi karena disandarkan sebagai dasar acuan dan pola pikir wanita untuk bertindak semaunya tanpa adanya kontrol norma yang berlaku.Memang perlu adanya makna setara antara pria dan wanita namun juga lebih  perlu adanya sekat falsafah yang memisahkan keduanya dalam aturan aturan konsepsi moral yang baku.

Melihat sekarang yang terjadi dengan pembebasan ekspresi dan keliberalan keadaan wanita seolah bebas melakukan apa saja yang menjadi keinginannya,yang justru hal itu menjadi boomerang bagi dirinya untuk mendapatkan hal yang tidak diinginkan.perlakuan perlakuan kejahatan,kekerasan bahkan,amoral yang kerap terjadi dan menghiasi layar kaca yang semuanya kebanyakan menimpa kaum hawa.

Tak mudah memang kembali menyamakan arti dari emansipasi dan kesetaraan menjadi makna yang seutuhnya,karena emansipasi itu bukanlah kebebasan sebebas bebasnya seperti falsafah dan hak perseorangan di negri paman sam,karena kita adalah Negara timur,yang memang harus menerapkan hal itu sesuai prinsip ketimuran yang menjunjung tingginilai nilai kesantunan di setiap sisinya,karena kita adalah Negara Muslim terbesar di dunia yang memang harus menerapkan kaidah kaidah islami dalam setiap masalah dan tindakan kehidupan

Sehingga emansipasi itu benar benar sesuai pada porsinya dan menjadikannya hal indah dalam pengaturan dan pemaknaan hak dan kewajiban antara pria dan wanita,karena besar dan baiknya suatu bangsa dapat  dilihat dari bagaimana kondisi wanitanya,Wanita sebagai pendidik pertama yang paling berperan dalam penerus generasi bangsa. 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler