Skip to Content

HOPLA (Mengenang Chairil Anwar: Meretas jalan kehidupan dengan kata dan perbuatan)

 

SIAP-SEDIA
Kepada angkatanku
Tanganmu nanti tegang kaku,
Jantungmu nanti berdebar berhenti,
Tubuhmu nanti mengeras batu,
Tapi kami sederap mengganti,
Terus memahat ini Tugu,
........

Dasar-dasar Teater (3/6): Dasar Seni Penyutradaraan dalam Teater

Pada mulanya pementasan teater tidak mengenal sutradara. Pementasan teater muncul dari sekumpulan pemain yang memiliki gagasan untuk mementaskan sebuah cerita. Kemudian mereka berlatih dan memainkkannya di hadapan penonton. Sejalan dengan kebutuhan akan pementasan teater yang semakin meningkat, maka para aktor memerlukan peremajaan pemain.

SASTRA INOVASI DAN OTENTISITAS

Masalah-masalah hidup yang ditulis para sastrawan sungguh berbeda dengan para wartawan. Media sastra yang dimiliki sastrawan, mampu mengabadikan kisah-kisah kehiduan, tetap aktual sepanjang zaman. Bila media elektronik dapat menyampaikan berita yang sedang terjadi secara langsung, media cetak hanya akan dapat menyajikan setelah berlangsung atau akan berlangsung.

Teungku FachroeHOPLA (Mengenang ...ombiDASAR-DASAR BERMAIN DRAMA
rahadianDasar-dasar Teater ...ombiSASTRA INOVASI DAN ...

Essay

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 18)

(kupasan keempat dari paragraf tiga dan empat, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

Sesuatu yang esensial itulah yang mengubah suatu potensialitas menjadi aktualitas, baik dengan maupun tanpa perantaraan. (Ibnu Sina)

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 17)

(kupasan ketiga dari paragraf tiga dan empat, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

“A masterpiece always moves, by definition, in the manner of a ghost” (Jaques Derrida, Spectres of Marx).

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 16)

(kupasan kedua dari paragraf tiga dan empat, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 15)

(kupasan pertama dari paragraf tiga dan empat, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 14)

(kupasan ke nol dari sebelum paragraf ketiga, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 13)

(kupasan keenam dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

Mitos angka 13 senomor kesialan, mungkin ada yang sampai ke tataran mempercayai. Karena kini menemui bilangan tiga belas, saya kan buka selaputan penuh paragraf satu-dua esainya IK dengan kaca mata tiga dimensi.

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 12)

(kupasan kelima dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

Untuk menjadi telaah karya yang istimewa harus ada ketajaman dalam menggali kepengrajinan karya, inspiratif dan orisinal, argumentasi yang meyakinkan, dan keberanian menafsir (Jakob Sumardjo).

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 11)

(kupasan keempat dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 10)

(kupasan ketiga dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

MEMBONGKAR MITOS KESUSASTRAAN INDONESIA (BAGIAN 09)

(kupasan kedua dari paragraf kedua, lewat esainya Dr. Ignas Kleden)

Oleh: NUREL JAVISSYARQI

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler