meski diam tapi cukup bicara
dengan gerit bambu dan bisik dedaunan
angin mampu bersemayam dalam kalbu
bahwa suara-Mu
bersenandung di mana-mana
meski tak bersuara
namun tangan-Mu cukup bijak bersuara
bahkan lebih mengalun merdu
dari firman-Mu yang disuarakan
tanpa terjemahan, tanpa salah paham
dengan bahasa-Mu dan bahasaku
aku paham dan cukup mengerti
malang, oktober 1985
Komentar
Tulis komentar baru