Hanya perlu bertanya kepadaku
Untuk mengusir kabut itu
Aku tahu inginmu
Hanya jus mangga
Dengan ekspresi seadanya
Kakiku membeku
Kau tak mencariku
Seperti itulah caramu berlalu
Sekilas berlalu tanpa menderu
Sekali lagi pada hari ini setelahnya sebelum hitungan kelima
Tak ada yang berubah
Semestinya memang tak ada yang berubah
Sebenar-benar warna biru
Hari ini bergaris putih
Wajahmu selalu seperti itu
Tanpa riak bergerak
Dan aku terlanjur melarut
Bersemu jingga
Hanya ingin mengungkapkan
Sebelum akhirnya kisahmu
Terkubur lembaran menua
Aku merasakan dengan sadarku
Harus seperti apakah
Aku mencintaimu
Tidak perlu pembicaraan lagi
Tentangmu
Tentangku
Bersama angin
Bersama debu
Tidak tentang kebersamaan kita
Tanpa berfikir wujud aku tetap memilih menjadi ada
Tanpa adamu aku tetap memilih wujud menjadi
Aku ingin kau tahu
Aku ada
Selalu ada
Harimu tak kulihat senyuman
Tak ada yang bisa kupinta dari sebuah kenangan
Pada setiap waktu yang mereka sebut malam
Kupintakan cahaya terang
Cahaya terang
Mungkin hanya ingin tahu
Usah mendengar yang mungkin tak nyata
Usah menjelang yang seharusnya tak terjadi
Meski arah lahar selalu selatan
Kartika terduga rentetan keriuhan
Ini hari yang ditunggu
Gerakmu tak kuhindarkan
Urung melahirkan tanya
Sesuatu yang kau utarakan selanjutnya
Komentar Terbaru