Skip to Content

# puisi

aku mencintai mu

AKU MENCINTAI MU

 

aku mencintai mu

itu saja

bila senja menghantarku pulang

maka tak kan berani aku bawa segala luka

Rumah Susun

Sepeninggalmu, aku hanya mencatat pendar matahari

Pada retakan tembok rusun pengap

Bersama hari-hariku yang abu

Hingga yang kulihat hanya wajahmu puitis

 

Hiduplah Dalam Puisiku

Aku ingin memindahkan kau

Ke dalam puisiku

Bersama sungai

Yang tak tercemar kata-kata

Tanpa asap pabrik

Tanpa bau pasar

Tanpa galian tambang

Di temaram bayang-bayang

Dalam gamang

(saya berkata pada bayang-bayang)

Kita menjumpai bulan tua di emperan

Ketika seluruh tubuh rebah

 

Dar Der Dor

Dar...

sirah ngajedak neunggar pilar

bancunur balas diadu

 

Dér...

ngageder adu rényom

ngagedur mun teu diberung

 

Sebatang Lilin Kecil di Meja Baca

Aku yang sedang duduk mengantri sepi

harusnya tak seperti diksi yang bersaksi

dibalik mekarnya kuntum

yang sedang terombang-ambing di ruang rindu

Mati Benih

Semuanya menggebu di awal mula

Ingin rasanya terbang dengan kecepatan maksimal

Ingin sayap menerjang semua halangan dan rintangan yang ada pada diri raja alam

kegilaan zaman

………………………………………………………………………

Di tengah kegilaan zaman.

Hiruk pikuk bendera organisasi.

Tak ada kebenaran semu yang tertandingi.

Semua menjadi kabut-kabut ilusi.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler