Menulis Tanpa Nama
Oleh : Najmi Ilham Dzikrillah
Secangkir kopi dimeja, aku menulis lagi malam ini
bukan tentang dunia, bukan tentang luka
tapi tentang seseorang yang tak bisa kusebut
yang hadir seperti cahaya—namun jauh dari jangkau.
Kau…
adalah senja yang tak pernah jemu kupandangi
indah, tenang, dan selalu meninggalkan tanya
kenapa tak bisa kudekap meski kutatap setiap hari.
Aku mengagumimu
seperti langit mengagumi bintang yang tak bisa disentuh
cukup melihatmu bersinar dari jauh
sudah membuat semestaku terasa penuh.
Tapi aku pun rindu
bukan pada hadir fisikmu semata,
melainkan pada kehangatan yang tak pernah sempat kurasakan
selain dari senyummu yang tertangkap diam-diam.
Aku menulis tanpa nama
karena memilikimu hanya sebatas mimpi
dan memanggilmu—
adalah batas yang tak bisa kulanggar tanpa luka.
Biarlah kata-kata ini menjagamu dalam sunyi
sebab mungkin itulah satu-satunya cara
bagiku untuk tetap dekat
meski hanya lewat aksara.
Komentar
Bagus...semoga semangArt
Bagus...semoga semangArt meneruskan merangkai kata dan rasa.
Tulis komentar baru