Skip to Content

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

IRAMA NAN BERSENANDUNG

IRAMA NAN BERSENANDUNG

Kemirau @ Sang Murba

 

“HAIRAN sungguh aku dengan orang sekarang!” Rasa kesal jelas terpancar di wajah Long Nah. Segala yang terbuku di hatinya selama ini bagaikan tidak tertahan-tahan lagi.

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

ombiKETIKA POLITISI BERPUISIJoan UduPerempuan Jalang
KemirauIRAMA NAN BERSENANDUNGSalman ImaduddinMolotov Terakhir

Puisi

untaian sunyi

kubuka kembali untaian sunyi

di bawah semilir angin di ujung malam

bersama temaram kerlip ribuan bintang

untaian sunyi

harus kutemukan lagi

PELUPUK BASAH

 

 

PELUPUK BASAH

 

Apa lagi yang harus kutulis

Ketika semua terasa sebagai habis

Huruf lenyap kata hilang kalimat terkikis

POHON KAIN

 

 

POHON KAIN

 

pohon besar tumbang

tumbang juga pohon-pohon lain

setelah itu baru angin kencang

ada orang menyobek kain

RUANG CINTA WAKTU RINDU

 

 

RUANG CINTA WAKTU RINDU

 

Akan kudengar engkau dalam tuli

Agar bisa menyusun bait puisi lagi

Lalu yang masih setengah jadi

yang berjanji dan penagih janji

baru saja terdengar para menebar janji

berkoar dan menyelinap di sudut-sudut negeri

banyak orang bilang mereka adalah para politisi

karena meraka berdiam di ruang partai

tiba-tiba kau kibas rambutmu

begitu lama episode jalanan ini tak kita lalui

begitu lama tak kusebut namamu dalam doa

begitu lama kita terpisah dalam kegersangan

ingatan akan Engkau

Engkau muncul tepat di hadapan seluruhku yang gelisah akan cuaca esok hari

di antara panasnya udara perjalanan dan dinginnya tiupan angin kematian  

Bunga

Tentu, berikut puisi berjudul "Bunga" khusus untuk Regine:

BEGITU BANYAK ORANG JADI PRESIDEN

begitu banyak orang kepengin jadi

presiden

padahal kita hanya butuh

seorang presiden

 

lihatlah kelakuan mereka

sang calon pemimpin negara

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler