ayah..
ajarkan aku mengenal rasa
yang tak sempat tereja
rindu menjelajah pasar di pagi hari
memasuki lorong-lorong berdesakan
terciprak genangan, becek sisa hujan malam
diiringi aroma bau tumpukan sampah yang mengesankan
Di beranda hatiku,
Kamu duduk di kursi kayu berukir cinta
Meneguk teh kasmaran yang kusiapkan
Aromanya membuatmu mabuk kepayang
Kulukis Setapak Sajak
oleh edi sst
Kulukis setapak sajak
Tentang kaki burung prenjak
Kudekap malam dalam terangnya purnama
Kuselimuti diri ini dengan kabut tebal
Kubakar badan ini dengan dengus napas yang membara
Kuteriakkan dengan desah
Malam yang sunyi untukku bermimpi..
Mengejar angan yang ada direlung hati..
Mencoba mencari harapan dibatas janji..
Jerih payahku untukmu permaisuri..
Sepiku
Dimanakah kau berada
Kumencarimu dikeramaian
Tak kudapatkan dirimu
Entah sampai kapan kuharus mencari
Tak tertahankan rasa ini
Pekat malam kian menyeretku pada angan kemesraan..
Yg kau janjikan lewat lembutnya suara angin tersampaikan oleh rembulan..
Pinjamkan aku duhai sayang..
Rasa sayangmu walau cuma sesaat..
Biar bisa kurasakan hangatnya hatimu..
Dalam beku rinduku..
riuh gelak tawa asmara.. menari indah dalam alunan cinta.. sehingga ratap tangispun sirna.. bunga-bunga bahagia kembali beraroma..
merdu lagunya damaikan kalbu.. dikeheningan nuansa rindu..
Komentar Terbaru