Skip to Content

Odi Shalahuddin

Puisi-puisi Odi Shalahuddin di Kompas.com

Puisi-puisi Odi Shalahuddin di Kompas.com

oase.kompas.com - kami majikan, kamu pelayan, jelas memang kita berbeda dan harus dibedakan bila tidak, maka berbahayalah kelangsungan hidup di sini walau sering kali masing-masing kita terlupa dan menjadi berganti peran tapi kami tetap majikan, dan kamu cuma pelayan

Puisi-puisi Odi Shalahuddin

Puisi-puisi Odi Shalahuddin

kumpulanfiksi.wordpress.com - Tidak sekali dua kali. Tidak setahun dua tahun. Pengalaman telah berkali-kali. Selama bertahun-tahun. Selalu saja kebohongan-kebohongan itu yang dihadapi. Bukankah dalam hiruk pikuk yang memekakkan telinga. Dari suara knalpot yang tak sempurna. Lantang sekali janjimu. Memberi harapan. Membumbung tinggi.

Tuhan, Aku Yakin Kau Tidak Lelah

Tuhan, Aku yakin  kau tidak lelah 

 

Catatan-catatan Pemimpi

CATATAN PEMIMPI #1

 

Mata

Betapa  terkejutnya Mantio ketika mencoba membuka mata saat terjaga dari tidurnya, tidak dilihat apapun juga. Iapun  menjerit keras, membangunkan Lia, istrinya.

"Ada apa Mas?"

"Mataku! Mataku! Mataku!" teriak Mantio.

Biarkan Kita Bicara

mari kita bicara, tentang apa saja,

walau pandangku, pandangmu mungkin berbeda,

tapi kita masing-masing tahu memiliki tujuan sama

Mengapa Saya Menulis Fiksi

Terus terang pada saat ini saya terus berusaha membangkitkan kecintaan terhadap fiksi. Apalagi sejak SD saya suka menulis yang saya sebut sebagai puisi. Kemudian berkembang pada penulisan cerita pendek. Maksud hati ingin berlanjut lagi pada penulisan novel, beberapa gagasan yang sudah tertuang dalam beberapa bagian, tidak pernah terselesaikan hingga kini.

Menyapa Suara Hati

menyapa

suara hati yang berhenti bernyanyi

lantaran kita sering memakinya

 

menyapa

tiada jawab, menjadi resah menanti

Tuhan Ada Dimana-mana

Tuhan
ada
dimana-mana
tak terbatas
ruang
waktu

Tuhan
ada
dimana ?

mana?
Bila tanyamu

Tuhan,
dimana-mana
ada?

Puisi-puisi Odi Shalahuddin

Puisi-puisi Odi Shalahuddin

oase.kompas.com - Memendam malam, bangkitkan matahari, padahal waktu baru tunjukan 00:00, tentu upaya sia-sia, walau dengan doa, sebab irama, memang begitu adanya. Saat tidur, istirahat, jangan mengada-ada. Bila engkau takut kegelapan dan kisah tentang pertengahan malam, yakinkah pula dirimu tentang dahsyatnya 1/3 malam bila dirimu hendak bersapa dengan Tuhan dan mematangkan jiwamu.

Syndicate content


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler