Jemariku menyelipkan sekuntum bunga di sela rambutnya yang lebat. Kerling bening matanya seperti telaga, memantulkan wajah langit. Aku menunduk tidak menatapnya. Dia hanya tersenyum lalu beranjak menyusuri pasir pantai. Ombak pantai menenggelamkan mata kakinya.
Aku tak pernah berfikir untuk men-CINTA-i selain TUHAN dan kau , tapi sekarang , CINTA itu hanya untuk TUHAN , mungkin ini jawaban tuhan atas do'a ku yang berseru : "Ya Tuhan , biarkanlah aku mencintai wanita yang membuatku mencintai-MU lebih baik"
Komentar Terbaru