Skip to Content

cinta

[Puisi Gurun] Sebuah Jendela dan Jalan Simpang

Sebuah Jendela dan Jalan Simpang

oleh edi sst

 

Angin gurun terus menyayat-nyayat

Menebar bau harum jiwamu yang pecah

[Puisi Gurun] Mawar di Pintu Gurun

 

Mawar Ungu di Pintu Gurun

oleh edi sst

 

 

Ketuk-ketuklah pintu itu

Kupanggil Jiwamu

Kupanggil Jiwamu

Amiruddin Awalin

 

demi waktuku

Bintang-bintang hiasi langit gelap

Melenyapkan sepi malam ini

Mencerahkan cinta pada hati yang gelisah

Pada Tuhan kumemohon

Tuhan…

Kimya, Batu Gurun Itu Tak Setegar Dirimu

Kimya, Batu Gurun Itu Tak Setegar Dirimu*
oleh : edi sst


Cinta Terus Bersemi

Jemariku menyelipkan sekuntum bunga di sela rambutnya yang lebat. Kerling bening matanya seperti telaga, memantulkan wajah langit. Aku menunduk tidak menatapnya. Dia hanya tersenyum lalu beranjak menyusuri pasir pantai. Ombak pantai menenggelamkan mata kakinya.

TUHAN , CINTA , DAN KAU

Aku tak pernah berfikir untuk men-CINTA-i selain TUHAN dan kau , tapi sekarang , CINTA itu hanya untuk TUHAN , mungkin ini jawaban tuhan atas do'a ku yang berseru : "Ya Tuhan , biarkanlah aku mencintai wanita yang membuatku mencintai-MU lebih baik"

 

Merpati Menyapa

Aku tak mampu jauh-jauh
mengulum khayalan
Jika gemerincing rindu
bodoh dan kekanak-kanakan

Berdiri Keruh

Mata air

bergumam tuk pagi

Jangan ubah embun

menjadi debuku !

 

Dialog dengan Malaikat dan Hujan

Dingin selimut bagi nadi
gelora beku menyapu alam

Mereka berdiri disana !
yang datang menunggangi angin mati
lalu turun diantara anak hujan

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler