Biji-biji kata Aku berceceran lagi
memantul-mantul di atas kening yang legam
bias-bias warna itu, tentu saja
kalian tahu, Aku pun mengaku
Dini hari, Sepotong rembulan mengintip dibalik jendela Tak ada yang sembunyi, kecuali kerinduan Kerinduan seringkali menggeliat senyap, Mengendap endap membangunkan malam
Kisah ini
Sekejap tolehkan masa
Berjalan dalam senyum
Saat tersadar
Putih bersih berbelang
Menyayat bagai ilalang
Langit senja bergaris tepi
Beruncah arah setiap langkah
Melibas ragu menuju hati
Kala hitam bertafsir alam
Hiruplah sebagai nafas
Dengar sajak kalbu
Ini titik sungguh mengelitik
Tulisan keriting jadi merinding
Badan tegang jantung tegang
Hati senang pikiran tenang
Ku sampaikan yang tertitis
Dialah sebelum kamu mengerti
Tersimpan dalam hati terdalam
Menghabiskan malam-malam bersama kertas
Melambangkan pikiran cepat menetas
Menggariskan tinta berteman pena
Kau inginkan dengan sederhana
Ku merindukannya yang sempurna
Isyaratnya tak sempat terucap terbakar rindu
Suratku tak pernah rindu dimakan pilu
Rekatkan hati berkeling sepi
Memandang bimbang tak kunjung datang
Masih bermimpi tak berarti
Tertanam hati tak mengerti
Bertanya sepertiku salam pikirku
Mengenal hujan, melepaskan kemarau
Memahami terik, bumi ini menjeput kering
Pada purnama setiap musim
Cintaku bersemi disetiap musim
Komentar Terbaru