(1)
kulihat tangan sendiri aku menangis kulihat tangan Tuhan aku tersenyum
(2)
Semakin banyak cocot mangap menghembuskan bau telur busuk
Semakin banyak cocot mangap meluncurkan isi polo terkutuk
Wahai angin lembut yang berhembus membelai orang baik
Jadilah agak kencang ke situ labraklah orang jahat
Anakku, apapun cerita tentang korona
Aku minta kau jangan berubah
Setelah bersin tetaplah Alhamdulillah
Ngengat terbang di tepi huma
Sayapnya biru putih berbelang
Sejagat orang bingung semua
Biarkan lengan menggamit dagu menarik bulan penuh
Melekatkan dahi dan dahi hidung dan hidung
Ketika panas aku dan kau bermanja-manja cinta
Ketika dingin aku dan kau bermanja-manja rindu
Putih kulit hitam tali kutang kini hilang sudah
Yang tersisa hanya bayangan tampak samar-samar
PUISI 43
43 (empat tiga)
Sejarah Awal
Komentar Terbaru