Skip to Content

MATAHARI SASTRA

Foto Agung Gema Nugraha

MATAHARI SATRA

 

Kamu bertanya kepadaku

dengan nada lirih serupa bisikan angin

tentang permasalahan sastra Indonesia

saat ini yang terasa hening dan dingin

 

Baiklah, 

Matahari!

Itu jawabannya.

 

Maknanya

Matahari menyebabkan pergerakan di bumi.

Jika matahari itu sembunyi

maka terjadi gelap dan sepi.

 

Matahari jangan sampai terbit

di tempat yang salah

Matahari tak perlu dilombakan

menang dan kalah

Matahari cuma perlu disyukuri

diberi penghargaan istimewa

Yang peduli dan berkarya

luar jaringan maupun dalam jaringan

diberi tempat duduk yang nyata

 

Bukan bangsawan 

semata-mata keturunan tanpa kontribusi

harapan kebangkitan

Atau pemilik modal tanpa bekal pikiran

Bukan juga wartawan media masa

yang tak memiliki berlian jiwa

atau sekitaran mereka 

yang memang hanya kedekatan saja

Tidak pula penyair yang sekejap kata

lalu tak ada entah ke mana

Semoga bisa jadi kaca.

 

Kita menganut kesetaraan

Begitu juga dalam kesusastraan

 

Jangan sampai salah memberi piagam

nama dan sebutan 

Karena kedekatan, permodalan, jabatan 

Kita perlu matahari

yang dibutuhkan adalah konsistensi

Dalam konteks sastra masa kini

 

Memperkecil lingkup pergaulan

dalam kesusastraan tanpa memperluas

nilai dan kebersamaannya 

menjadikan pertumbuhan tertahan

Komunitas sastra mesti lebih giat 

memperkenalkan sastra kepada masyarakat

bukan sekedar kerabat

asyik masyuk dengan lingkungannya

 

Burung hantu burung belibis 

Kurangi aturan dalam hal teknis

Sastra melihat keindahan

Bukan pengeditan atau ketikan 

 

Matahari punya daulat sejati

Tak bisa kita paksa untuk berdiri

Dia terbit dan terbenam bersama hari

 

 

 

 

Agung Gema Nugraha

14 Januari 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler