MATAHARI SATRA
Kamu bertanya kepadaku
dengan nada lirih serupa bisikan angin
tentang permasalahan sastra Indonesia
saat ini yang terasa hening dan dingin
Baiklah,
Matahari!
Itu jawabannya.
Maknanya
Matahari menyebabkan pergerakan di bumi.
Jika matahari itu sembunyi
maka terjadi gelap dan sepi.
Matahari jangan sampai terbit
di tempat yang salah
Matahari tak perlu dilombakan
menang dan kalah
Matahari cuma perlu disyukuri
diberi penghargaan istimewa
Yang peduli dan berkarya
luar jaringan maupun dalam jaringan
diberi tempat duduk yang nyata
Bukan bangsawan
semata-mata keturunan tanpa kontribusi
harapan kebangkitan
Atau pemilik modal tanpa bekal pikiran
Bukan juga wartawan media masa
yang tak memiliki berlian jiwa
atau sekitaran mereka
yang memang hanya kedekatan saja
Tidak pula penyair yang sekejap kata
lalu tak ada entah ke mana
Semoga bisa jadi kaca.
Kita menganut kesetaraan
Begitu juga dalam kesusastraan
Jangan sampai salah memberi piagam
nama dan sebutan
Karena kedekatan, permodalan, jabatan
Kita perlu matahari
yang dibutuhkan adalah konsistensi
Dalam konteks sastra masa kini
Memperkecil lingkup pergaulan
dalam kesusastraan tanpa memperluas
nilai dan kebersamaannya
menjadikan pertumbuhan tertahan
Komunitas sastra mesti lebih giat
memperkenalkan sastra kepada masyarakat
bukan sekedar kerabat
asyik masyuk dengan lingkungannya
Burung hantu burung belibis
Kurangi aturan dalam hal teknis
Sastra melihat keindahan
Bukan pengeditan atau ketikan
Matahari punya daulat sejati
Tak bisa kita paksa untuk berdiri
Dia terbit dan terbenam bersama hari
Agung Gema Nugraha
14 Januari 2026
Komentar
Tulis komentar baru