loronglorong jadi saksi
detak detector pengingat mati
aroma luka menyeruak sesak
rintihan menghujam hati
tangis mengusik kelu
suara roda dan kaki berlomba lari
membawa nafas didetik akhir
aku terpasung pada rasa terperih
membaca luka terjejak pada tangga
bangsal selalu membawa kisah
tentang darah
tentang nanah
tentang patah
dan kematian
aku sesak dalam nafas
mengingat mati ada di tiap nafas
Anonymous 2 tahun 42 minggu yang lalu
Mengomentari: Fajar dan Malam
Aku suka karyamu, menarik, penuh kalimat konotatif, dan bermakna.
Seperti kiranya diriku dan kirana disana, bak mentari dan bulan yang terpaut begitu jauh mata memandang. Belum rasanya aku di sisi bulan, begitu pun kirana nampaknya tak pernah ada di sisi terangnya diriku. Begitulah kita hanya bertemu di saat gerhana, singkat, tetapi kala itulah aku larut pada kirana.
ia telah hidup sebagai laki-laki tangkai bunga terbalik. ia menemui banyak kumis dengan pubis misterius. ia mengobral cinta, dalam obrolan metafora; bunga bangkai, tanah kematian, sedikit harapan orang-orang sial.
pergilah ke kedai minum orang lapar, beli makanan dari olahan kulit babi. tertawa dengan logat Irlandia, tersenyum bagai rencana diksi-diksi.
seorang pembaca berjalan kaki, ia begitu jenjang rusa. rumahnya melewati kuburan, juga cita-cita orang gila.
ia membaca doa, sebelum Tuhan menyebut dirinya; akulah makhluk yang tak sempurna.
Kubang Raya, 21 Februari 2023
/Robbie Ross/
kenapa orang-orang meletakkan pisau di kelangkang, seolah akan menikam perempuan di selangka kelam? padahal mereka pemilik jiwa narsisus paling licin basah.
kau, laki-laki yang menjuntaikan lidah ke leher penyair, yang mengubah laknat jadi nikmat, jadi buih-buih putih sia-sia.
kau mematikan merah gairah kebanyakan, menjadi pekat liar paling personal, di mana tubuh penyair jadi lumpur, kau tindas atas kepentingan birahi angin.
saat kematianmu jadi bayang-bayang burung ajaib, puisi hinggap di sebuah penjara, yang mendekam tubuh seorang ikal Irlandia.
begitulah dunia jilati sejarah kejimu; sedarah setali nikmat sekumpul laknat.
Kubang Raya, 27 Februari 2023
/Titisan Dorian/
ia duduk di atas kursi kayu, matanya sayu, wajahnya kuyu,
hatinya lebih ayu dari wanita mana pun, dalam dongeng bangsa apa pun.
kami tak mengenalnya. ia mengaku Dorian. dari ketinggian harapan laki-laki,
juga kerendahan derajat perempuan. ia mengaku, ksatria yang kalah hadapi pria,
dalam cermin paling cekung, dalam lubuk mimpi orang-orang berkabung.
aku mencintai lelaki pemiara ular rahasia serupa Hydra. berkepribadian tiga,
timbul tenggelam dalam pemikiran telaga, yang keruh dalam ruh-ruh suci
dalam sebutir percik agama.
lalu, tiga puluh sembilan senja di penghujung ciuman,
ada yang datang dan terus memandang.
aku Dorian, yang dilibas kenangan tentang orang mati
dan ketakutan atas ketiadaan pengampunan.
ini Hydra dalam tubuhku. terimalah. terimalah.
orang-orang menderma kebingungan, terus mengular,
terus memanjang, memandang ke dalam kuburan 1798.
semangattt
Mengomentari: gerimis
semangattt
Suka,sangat bagus ...
Mengomentari: MELUKIS SENJA Suyatmi
Suka,sangat bagus ... berirama.
.
Mengomentari: SEJUTA TERANG SEJUTA GELAP
.
Rumah Sakit
Mengomentari: Diajeng Eka
loronglorong jadi saksi
detak detector pengingat mati
aroma luka menyeruak sesak
rintihan menghujam hati
tangis mengusik kelu
suara roda dan kaki berlomba lari
membawa nafas didetik akhir
aku terpasung pada rasa terperih
membaca luka terjejak pada tangga
bangsal selalu membawa kisah
tentang darah
tentang nanah
tentang patah
dan kematian
aku sesak dalam nafas
mengingat mati ada di tiap nafas
Cinta manis, 8september2019)
Kenapa postingan puisi saya
Mengomentari: LALUAN TIMAH || Puisi Dian Chandra
Kenapa postingan puisi saya selalu ditolak?
Y
Mengomentari: Sastra Melayu Modern
Y
Natural, lugas,
Mengomentari: Ibuku Bukan Filsuf
Natural, lugas, inspiratif......
ijin kak, untuk latihan
Mengomentari: Untukmu Palang Merah Indonesia
ijin kak, untuk latihan
Konflik yang terdapat pada
Mengomentari: Matahari 1/2 Mati
Konflik yang terdapat pada kutipan drama tersebut adalah.....
Aku suka karyamu, menarik,
Mengomentari: Fajar dan Malam
Aku suka karyamu, menarik, penuh kalimat konotatif, dan bermakna.
Seperti kiranya diriku dan kirana disana, bak mentari dan bulan yang terpaut begitu jauh mata memandang. Belum rasanya aku di sisi bulan, begitu pun kirana nampaknya tak pernah ada di sisi terangnya diriku. Begitulah kita hanya bertemu di saat gerhana, singkat, tetapi kala itulah aku larut pada kirana.
Belibet, hahahaha, mencoba menulis unek²
Puisi Rindu
Mengomentari: Gudang Puisi
Iya, keren-keren kak puisinya. Di baris puisi pun sama...
Horison
Mengomentari: Welzon Kapisa
Saya senang dan bangga gabung Besama Horison dan lebih senang lagi kalau menjadi member
Semngat mba
Mengomentari: Reni Nur Afifah
Semngat mba
????????
Mengomentari: Malam di Sindoro
????????
Ijin bertanya saya mahasiswa
Mengomentari: WAJAH KERIPUT NENEK TUA
Ijin bertanya saya mahasiswa ingin mengritik karya sastra puisi ini tapi saya butuh cover buku atau kumpulan puisi Nenek tua ini????????
Puisi-puisi Muhammad Asqalani eNeSTe
Mengomentari: Muhammad Asqalani eNeSTe
/30 November 1900/
Kepada: Oscar Wilde
ia telah hidup sebagai laki-laki tangkai bunga terbalik. ia menemui banyak kumis dengan pubis misterius. ia mengobral cinta, dalam obrolan metafora; bunga bangkai, tanah kematian, sedikit harapan orang-orang sial.
pergilah ke kedai minum orang lapar, beli makanan dari olahan kulit babi. tertawa dengan logat Irlandia, tersenyum bagai rencana diksi-diksi.
seorang pembaca berjalan kaki, ia begitu jenjang rusa. rumahnya melewati kuburan, juga cita-cita orang gila.
ia membaca doa, sebelum Tuhan menyebut dirinya; akulah makhluk yang tak sempurna.
Kubang Raya, 21 Februari 2023
/Robbie Ross/
kenapa orang-orang meletakkan pisau di kelangkang, seolah akan menikam perempuan di selangka kelam? padahal mereka pemilik jiwa narsisus paling licin basah.
kau, laki-laki yang menjuntaikan lidah ke leher penyair, yang mengubah laknat jadi nikmat, jadi buih-buih putih sia-sia.
kau mematikan merah gairah kebanyakan, menjadi pekat liar paling personal, di mana tubuh penyair jadi lumpur, kau tindas atas kepentingan birahi angin.
saat kematianmu jadi bayang-bayang burung ajaib, puisi hinggap di sebuah penjara, yang mendekam tubuh seorang ikal Irlandia.
begitulah dunia jilati sejarah kejimu; sedarah setali nikmat sekumpul laknat.
Kubang Raya, 27 Februari 2023
/Titisan Dorian/
ia duduk di atas kursi kayu, matanya sayu, wajahnya kuyu,
hatinya lebih ayu dari wanita mana pun, dalam dongeng bangsa apa pun.
kami tak mengenalnya. ia mengaku Dorian. dari ketinggian harapan laki-laki,
juga kerendahan derajat perempuan. ia mengaku, ksatria yang kalah hadapi pria,
dalam cermin paling cekung, dalam lubuk mimpi orang-orang berkabung.
aku mencintai lelaki pemiara ular rahasia serupa Hydra. berkepribadian tiga,
timbul tenggelam dalam pemikiran telaga, yang keruh dalam ruh-ruh suci
dalam sebutir percik agama.
lalu, tiga puluh sembilan senja di penghujung ciuman,
ada yang datang dan terus memandang.
aku Dorian, yang dilibas kenangan tentang orang mati
dan ketakutan atas ketiadaan pengampunan.
ini Hydra dalam tubuhku. terimalah. terimalah.
orang-orang menderma kebingungan, terus mengular,
terus memanjang, memandang ke dalam kuburan 1798.
Kubang Raya, 16 Januari 2022
Terimakasih Kak sudah mampir
Mengomentari: Puisi-puisi Agus Sanjaya
Terimakasih Kak sudah mampir
Salam ketemu di sini ya mas.
Mengomentari: Puisi-puisi Agus Sanjaya
Salam ketemu di sini ya mas. Puisi2 yang mampu menghipnotis pembacanya
Semoga betuntung
Mengomentari: Ezra walian
Semoga betuntung
IBU DAN AYAH
Mengomentari: ZEKI RISWANDI BIN ROJAK
SEMUA INDAH PADA WAKTUNYA
re: MAU TANYA
Mengomentari: Cara Membuat Tulisan di Jendela Sastra
disunting, kemudian di bagian bawah, bagian Pilih Penerbitan, tandai Terbitkan
MAU TANYA
Mengomentari: Cara Membuat Tulisan di Jendela Sastra
saya sudah terbitkan karya saya yang terakhir tapi setelah dikirim, muncul tulisan merah BELUM TERBIT.Bagaimana ya cara terbitkan ulang??
,
Mengomentari: Puisi ke 58 dalam Menghitung Rindu (1)
,
Hi!
Mengomentari: jejak bisu
Hello!
Nastapa Berselimut Remang
Mengomentari: Nastapa Berselimut Remang
Bagi tips dong kak...
itu bagus banget