11 PUISI
YANG MERASA YANG BERKARYA
KARYA AGUNG GEMA NUGRAHA
1.
BAGAI ACHILLES DAN KURA-KURA
Aku dan kamu ini waktu
Bagai Achilles dan kura-kura
Sekuat tenaga aku curahkan
Sejauh mata memandang
Melewati batasan-batasan
Setenang kamu berjalan
Secepat aku berlari
Seberapa jauh tempat terhenti
Serajin aku mencari
Kembali aku mesti menjumpai
Sementara garis-garis nasib
tak pasti dalam ruang
di balik ruang ada ruang gaib
Memasuki pintu ke pintu
lagi-lagi bertemu
Kemustahilan menjadi kemungkinan
Yang tak bisa kita tafsirkan
2.
ZENO DARI BARAT LAUT
Zeno dari barat laut
telah menempuh larut
mengukir paradoks
Tentang misteri batasan dan waktu
Menguatkan kembali satu teori
setia pada guru sejati
Membangun ruang pemikiran
yang mesti terpecahkan
Bunga keberuntungan jatuh
di dada Aristoteles
Dibuatlah pintu-pintu dan jendela
agar masuk udara kesegaran
bagi mata dan jiwa
3.
PUISI UNTUK
TENDER SURRENDER, STEVE VAI
Melodi itu terdengar seperti persahabatan
makhluk dunia lain yang sedang rundingan berdialog sambil berdialektika
Bagai mengawasi langkah-langkah arah
urat-urat tubuh lalu berlabuh
di ulu hatiku, teduh
Asing tenang beriring
Bening nan nyaring
Ada Hening di kedalaman
Semarak menyeru keakraban
Padat menekan keyakinan
Membiru gunung di langit kejauhan
Not-not jumpalitan tetap bertujuan
Ada dingin berselancar dalam getar
membuat bulu kudukku merinding
berdebar-debar
Ada kasih kerinduan manis senyuman
dalam sentuhan tone tegas senar-senar
Ada gurauan canda tawa kebajikan
Gaya elegan berdamping kemampuan
tak terbantahkan
Ini keajaiban!
Gelombang ombak lautan berarakan
Harmonis di luar nalar batasan
Luwes bertenaga daya segala sukma
Dua karakter satu rasa menghantam baja
Kelembutan tajamnya naluri seni
Sebagai seorang gitaris dunia
Stevai, merangkai bisikan harapan
terpendam gejolak alam tiada padam
Setiap lompatan jari melahirkan
irama unik sistemik
pernak-pernik indah hidup bermadah
teknik permainan berhamburan
berbicara bermakna
bermetamorfosis, menjadi, dan dinamis
4.
MENJELANG ZODIAK TAURUS
Menjelang Taurus, Aries meraih kembali
Pisces masih mencari di pagi bermentari
Gemini dalam duka hitam cinta
ditinggal kekasih setia
Oh hujan yang berpetir
longsor sungguh aku khawatir
Dan sampah jangan sebabkan banjir
Gagasan kebajikan dan ambisi
Taurus terencana matang
Anginnya sudah memberi kabar
Taurus, Taurus gunung didaki
tak perlu terlalu tinggi
Hipotermia
bisa jadi sempitkan nafas di dada
5.
RUMAH ZODIAK ARIES BULAN APRIL
Rumah adalah singgasana
bagi perjalanan jiwa
Di antara seribu bisikan persoalan
eksternal yang tak masuk di akal
Angin memikul rezeki dari kejauhan
terbang sampaikan keberuntungan
Cinta mengalir bagaikan air kali
jernih diselimuti kehijauan pohonan
Aries bertapa dalam karya dan cipta
Rumah adalah singgasana
Mahkota pemimpin
Keberkatan bersanding
6.
DELAPAN BELAS APRIL
(KAA)
Teruntuk delapan belas April
Hati di dua benua terpanggil
Indonesia berbicara
Lantang dengan semangat kuat
membaja–menyala
Bandung, Gedung Merdeka
Saksi menuju masa depan cemerlang
Pintu kepedulian kemanusiaan
Antara kekhawatiran dan harapan
Dua puluh sembilan negara
Berembuk bersama
Memantapkan kembali budaya
Kerjasama ekonomi agar lebih berdaya
Negara-negara berkembang berjuang
Kolonialisme mesti ditentang
Karena merugikan
Mengundang kehancuran
Negara berhak merdeka
dengan segala kedaulatannya
Jangan ada negara boneka!
Yang bisa dipermainkan seenaknya
Hak asasi manusia mesti terjaga
Neokolonialisme wabah penyakit
bagaikan bakteri
yang menggerogoti negeri
Penjajahan tak boleh ada di muka bumi
Delapan belas April
Bersinar cahaya kesadaran
Solidaritas dibangkitkan
Perdamaian disuarakan
Hari baru nafas baru
Sembilan belas lima puluh lima
Konferensi Asia Afrika
7.
PENYAIR MALANG MELINTANG
Penyair yang malang melintang
adalah dia dalam dikotomi peradaban
Satu tubuh dua kehidupan
Antara cinta dan misi cita-cita
Angin membawanya ke air terjun
Penyair bermandi limpahan karunia
Matahari bagai koin kuning
Menyemprotkan angka nominal
pada pandangan
Bimbang ia berputaran
Menelentangkan dua tangan
Mengangkat satu kaki sambil bersiulan
Dan jawaban itu tak pernah ditemukan
8.
PENYAIR DI ATAS KASUR
Penyair di atas kasur
bersama khayalan ia bertempur
Jendela adalah benda kuno
yang mesti ia pelihara
dari pandangan penguasa siang
Dan angin bagai roh jahat
mengutuknya sekatuk laknat
Penyair di atas kasur
Kakinya terlipat lalu terulur
Seperti niat tekadnya maju mundur
9.
SERENADA APRIL
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Dewi kelopak bunga melati
Putih berseri-seri
Ceria mewangi
di bulan April bersemi
Menjadi nyanyian duniawi
Hey hey hey hey
Hey hey hey hey
Dewi serenada ungu laguku
Spiritualitas penggerak sajakku
10.
DI PARKIRAN
Anginnya tegak berkerut kening
cemberut tak bergeming
dan halaman bagai pulau es dingin
Sudah satu minggu
Peluitnya bisu temboknya tuli
tiada mendengar mesin bergetar
Tukang parkir itu berunding
bersama hening
Lamunannya nyangkut di cakrawala
Bingung anaknya SD harus outing class
Dan seragam agak kusam
Uang belum juga tergenggam
Wahai yang mencari
Ke mana rezeki akan berlari
Jika waktu tentu
Kembali juga kepadamu
11.
TUJUH PERI DI WARUNG REMANG
Pohon sawit berbaris berjejeran
Jalan dramatis menangis di pinggiran
Di warung remang-remang
Tujuh peri membisikan harapan
Semoga hari ini ada yang datang
Air hujan jatuh bercucuran
Seperti hati mereka gelisah tak keruan
Di dipan halaman teduhan
Lagu rindu sendu berwangi kemenyan
Setiap yang bernyawa memiliki kebutuhan
Awan masih hitam
Nasib bulan agak kusam
Lambungnya ringan melayang-layang
Wahai tujuh peri yang mengunyah sepi
mencari rezeki
menjemput keberuntungan diri
Sementara kamu berusaha
Dan jauh dari putus asa
Doa dalam asa takkan sia-sia
Bagian itu akan tiba pada saatnya
Tiada tertukar ke lain dunia
Agung Gema Nugraha
Bandung

Komentar
Tulis komentar baru