Skip to Content

PETIR UNTUK KAUM INTELEKTUAL

Foto Agung Gema Nugraha

PETIR UNTUK KAUM INTELEKTUAL

 

Ada gunung meraung-raung

Bersuara tak jelas di balik lembah

Ada piagam berkalung-kalung

Apa artinya bila ditelaah

 

Terlalu banyak intelektual

Entah darimana gelar didapatkan

Aku masih waras berakal

Kata nasihat bukan kebanggaan

 

Karena hari mewanti-wanti

Pengagungan diri tercela hati

Ruh manusia terdekat diri

Akan sulit untuk nanti dikaji

 

Bagaimana disebut intelektual

Bila tidak bersikap dermawan

Kecerdasan itu berimbang

Antara pikiran dan kelakuan

 

Masyarakat membutuhkan bimbingan

Tak sekedar karya tulis atau ucapan

Aku pun perlu satu pengertian

Agar membaik semua bidang kehidupan

 

Di mana kaum intelektual berada

Belum terwujud juga keadilan sesama

Sekedar mencari nama apa maknanya

Kenyamanan diri pasti berakhir juga

 

Ke mana mereka pergi

Apa ke goa-goa sunyi

Bertapa mencari ilusi

Posisi mana mereka berdiri

Bagai batu filsuf yang misteri

 

Kalau cuma kritik dan saran 

yang awam pun lebih kerap

Jika sekedar nasihat keramat

Aku sendiri pun lebih siap 

 

Intelektual adalah kaum istimewa

Bagai emas berlian bagi negaranya

Tetapi ia juga memikul beban harapan

Rakyatnya yang mencari kebenaran

 

Jika keadaan ekonomi merosot

Intelektualnya mesti disorot

Jika situasi sosial memburuk

Intelektualnya masa garuk-garuk

 

Kita terlalu dini menisbatkan sebutan

Yang padahal belum teruji memecahkan

Permasalahan semakin bertumpukan

Bagai sampah yang kulihat di jalanan

 

Petir ini adalah pertanyaan sikap

Atas suatu fenomena mereka sigap

Membela yang lemah dan tak berdaya

Membedah persoalan secara nyata

 

Kaum intelektual adalah cahaya

Yang diutus langit memberi pencerahan

Menuntun di kegelapan 

Menuju pintu gerbang kesejahteraan

 

 

 

Agung Gema Nugraha

16 Januari 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler