Skip to Content

Antologi Puisi “Yudi iLHam” – “L e n y a p” - cetakan : I

"S i t i"

Dengan rambut berkepang panjang sebelah merayap khusuk mengintip lorong parit ditepi tol sebuah kota serupa vegas

"Setiap Hari"

Hari ini babi besoknya anjing lusa ular..., Hari nanti tikus besoknya lagi kecoa lusanya lagi kutu kupret.....,

"Sunyantara"

Jiwa...,

 

Mendengarmu lirih dalam hening...,

merasakan sayatan-sayatan amarah

memekak tapi tak terdengar

"Selamat Tinggal"

Fajar belum usang

ditepi bukit yang lembab

merasakan sejuk air pada aliran hilir

mendayu suara sang kelana

bercerita jingga kan sirna

"P a g i"

Dalam hening-mu...,

ku coba bercerita ttg lara semalam...,

Dalam bening-mu....,

ku coba kisahkan seraut wajah yang selalu getarkan hati...,

"Bersetubuh Denganmu"

Merongok cricket dalam saku jaket jeans..,

membakar puntung lusuh dua hari yg lalu.,

membuaimu seiring menyebar asap dari kretek basi..,

"Mari Bang Rebut Kembali"

Pesawat tempur jenis jet keluaran negara antah berantah antah soviet, amerika, atau china..??

"Di Antara Tangis"

Ada tangis terpendam pada jelaga yang bergelantung di atap ini Ada sejuta cerita terukir pada setiap noktah yang membercak di dinding ini

"Tuhan...,disini ku menanti jawab-Mu"

aku resah..., Tak bisa konsentrasi lagi..., Tak bisa berbuat banyak...,

"L e n y a p"

Duka hari ini adalah duka 1000 tahun..,

Telah lelah, telah retak kantung air mata

dalam hidup berpayas kematian..,

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler