Di tanah ini..,
Dua puluh juta pasang mata
dengan arah pandangan yang berbeda
melepas segala daya tanpa keraguan
dalam sikap yang berkecamuk
Aku melihatmu...,
Saat kau mengendus darahku
Meski tanah berduri yang ku pijak
Akan terlewati demi menghindarimu
Secolek darahku telah mengotorimu
Untuk saat ini..,
ucapkanlah selamat datang untukku
Saat kau melihatku melesat dari balik kabut
ada sentakan di hati dan wajahmu
Aku debu yang diterbangkan oleh desah hawa neraka
Ribuan tahun dalam pusaran angin api mencengkram diujung jagat
Sampai kuterlempar
Setengah dari usia...,
kusebut cinta tak berarti apa-apa..,
Terbias pesona melati lajang...,
tawarkan keanggunan dalam semerbak birahi haram
Aku tak bisa katakan sekarang..,
mengapa setiap langkah harus terjegal
dan akhirnya kandas diatas cadasnya fitnah
Termenung aku disisi pagi yang dingin.,
menghirup asap cerutu
menggambar wajahmu dalam benak-ku
khayal merebak dalam lingkup pesona cita
Hinnga bumi semesta terpecah.,
mencintamu aku tak lelah
kau adalah makna dari setiap ucapku
kau adalah jawaban dari setiap do'aku
Kursi bambu tua dalam wisma ini...,
adalah teman disaat harapan pecah berkeping penuhi anganku
Kau tak mungkin tau..,
dua detik yang lalu se-ingatku
Hujan-mu basah dalam tirai angan-mu..,
mengadu pada semak yang lembab....,
gelap berselimut mendung malam....,
Terkurung senyap...,
Komentar Terbaru