Skip to Content

Antologi Puisi “Yudi iLHam” – “L e n y a p” - cetakan : I

"Akhir Sebuah Pertempuran"

Di tanah ini..,

Dua puluh juta pasang mata

dengan arah pandangan yang berbeda

melepas segala daya tanpa keraguan

dalam sikap yang berkecamuk

"Setengah Nyawa"

Aku melihatmu...,

Saat kau mengendus darahku

Meski tanah berduri yang ku pijak

Akan terlewati demi menghindarimu

Secolek darahku telah mengotorimu

"Gemerlap Juwita . 1"

Untuk saat ini..,

ucapkanlah selamat datang untukku

Saat kau melihatku melesat dari balik kabut

ada sentakan di hati dan wajahmu

"Tapa Keramat"

Aku debu yang diterbangkan oleh desah hawa neraka

Ribuan tahun dalam pusaran angin api mencengkram diujung jagat

Sampai kuterlempar

"Setengah Usia"

Setengah dari usia...,

kusebut cinta tak berarti apa-apa..,

Terbias pesona melati lajang...,

tawarkan keanggunan dalam semerbak birahi haram

"D i a m"

Aku tak bisa katakan sekarang..,

mengapa setiap langkah harus terjegal

dan akhirnya kandas diatas cadasnya fitnah

"I B U ku"

Termenung aku disisi pagi yang dingin.,

menghirup asap cerutu

menggambar wajahmu dalam benak-ku

khayal merebak dalam lingkup pesona cita

"Gemerlap J u w i t a . 2"

Hinnga bumi semesta terpecah.,

mencintamu aku tak lelah

kau adalah makna dari setiap ucapku

kau adalah jawaban dari setiap do'aku

 

"Kursi Bambu"

Kursi bambu tua dalam wisma ini...,

adalah teman disaat harapan pecah berkeping penuhi anganku

Kau tak mungkin tau..,

dua detik yang lalu se-ingatku

"Tak Sendiri"

Hujan-mu basah dalam tirai angan-mu..,

mengadu pada semak yang lembab....,

gelap berselimut mendung malam....,

 

Terkurung senyap...,

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler