Kabut merayapi paru-paru rapuh, merenggut jiwa yang tak lagi sama.
Ratapan berteriak dalam tenggorokan.
Jaring demi jaring menjahit karya penuh arti pada perasa yang tak lagi terasa.
Meraung akan hal yang tak nampak.
Kosong sungguh raut yang berjiwa itu.
Apakah nyata rasa yang diberi?
Komentar Terbaru