Skip to Content

Mei 2020

SYAIR TULAH UNTUK FIRAUN


Meski air dijadikan darah
Firaun tidak gelisah
Seujung rambut tidak menyerah
tidak mundur sejengkal tanah

MALAM TELAH DILEWATI

malam telah dilewati dan akar telah rapuh

kilat senja telah lama berlalu berujung subuh

telah dilewati sekelopak malam

BAHASA LANGIT HARI INI

Tiba-tiba sunyi senyap terhentak

Gerombolan serigala berdiri serentak

Diam sejenak

telinga bergerak

LELAKI LANGIT LELANANG JAGAT

akulah lelaki langit lelanang jagat

pemilik seribu guntur selaksa badai

seketi petir dan sejuta prahara

INI TONGGAK

Aku tak ingin dan juga tidak tak ingin

hanya sekedar menandai lewat bisik angin

jika satu jumat lewat 

MERAH PUTIH

Ada suatu hari aku mencambuk

Duri-duri patah merunduk dalam senja merah

Semua keangkuhan tunduk merunduk

GUMAM SI GILA

wahai tuhanku alangkah baiknya kamu
membiarkan aku hanyut dalam arus mabukku
dengan mabuk aku bebas telanjang tak lagi malu
melangkah kemana aku mau menyanyi dimana aku mau

MERDEKA MEREKA

merdeka itu jilbab main tikus mati siang-siang merdeka itu bersunyi-sunyi di ruang remang-remang

BUKAN KARENA

bukan karena jingga di langit barat

rinduku runduk di timur


201311010808_Kotabaru_Karawang

KERANJANG DI PUNDAK TUAKU

Aku mengepakkan sayap tinggi melayang

berdendang senang mengejar jejak elang terbang



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler