Arwah-arwah Tembakau
:inmemoriam
Apa kabar, hei gosong tembakau di jemari,
yang pernah mencumbu kedua belah bibir ini hingga menghitam.
Wahai kepulan-kepulan asap
yang menyeruput seolah mengikis segala resah dari dada.
Apa kabar, hei aroma pesing yang selalu memaksa rindu dan sakau di paru.
Hei aroma rayu yang meluluh-lantakkan segala saku! Apa kabar?
Terimakasih kita telah putus.
Terimakasih telah jauh dan melupakanku.
Lupakan bibirku yang puluhan tahun kau perkosa,
serta isi sakuku yang tak henti-hentinya kau kuras.
Apa kabarmu, hei cinta
yang pernah setia temaniku nonton bola, dan yang selalu memberi surga-palsu pada segelas kopi pagiku.
Hei-hei arwah-arwah tembakau di masa lalu. Enyahlah. Dan suruplah ke celah-celah bibir mereka saja.
Samosir bebas, '16
Komentar
Tulis komentar baru