Lirih Hujan
di ujung malam yang masih perawan
aku dengar
derai-derai yang membisu dicelah rintik hujan yang turun perlahan
diam dan diam
saat sepi itu menyeruak memuncak
meluapkan segenap rindu yang teramat berat
hujan itu kembali turun
mencipta genangan di sela mataku
pergi
hilang
tak ada lagi yang sanggup kumintai
lirih aku menangis
disela hujan yang deras saat ini
Komentar
hujan lagi....
hujan sepanjang masa akan terjadi di dunia yang kelam,
dari hati yang hitam
Hingga mentari yang setiap hari terbit dianggapnya terbenam
petir pertanda hujan berakhir
jernih berfikir,air hujan adalah berkah yang tak tercurah
jika mungkin hujan reda bersiaplah
haru biru membendung air mata yang lelah
Terus Hujan
bukan hujan ini yang kuinginkan
bukan hujan yang selalu menggenangi sudut mataku
tapi hujan yang selalu menyertai suka dukaku
Redalah Hujan
Tapi langit tak sekejam itu
dalam kelamnya awan
biasan cahaya menyemburat menenangkan
satu hati dalam kelam
tetaplah mentari menerangi dengan harapan baru
Redalah hujan
Redalah Hujan
Saat kelam
Selalu berakhir dengan secercah cahaya
Katakanlah sebuah harapan
Menanti
Redalah Hujan, bersama semburat mentari harapan
Mendung dan Hujan
dalam kalimat mendung kepada hujan
Hari ini, aku ingin berselingkuh dengan mentari
sebab kecerianmu kau tukar dengan kebencian dalam brokamu
tapi, aku tetap setia menunggumu, walau mentari telah mengawini diriku
di sana
hujan yang ku tunggu tak kunjung datang
hujan yang ku nanti terselubung di sana,
di sana......
musim hujan
aku suka................
aku masih menyembunyikan hujan
tak peduli cuaca tetap kejar cita
Assalamu'alaikum
Hujan. Basah. Dingin. Tidur. Makan. Tidur lagi. Makan lagi. Salam Kenal. Andi Kata.
hujan??? mengingatnya, ada
hujan???
mengingatnya, ada sebuah cerita
mengalir suka
membekap duka
salam kenal di sela serpihan hujan malam tadi
Tulis komentar baru