MATA JINGGA
Agung rambutnya tergulung
Jari-jari gelombang awan
menjambaknya ke dalam lemari sepi
di kebun jati – Ia terpuruk lalu berpuisi
Dan kini sudah ke Bandung lagi
Karena matahari
dimakan raksasa Oligarki
hari pun cepat terhenti
Agung protes kepada malam
Ditertawakan kekasih dan kawan-kawan
Sayap-sayapnya merengut di antara
mata jingga udara yang beringsut
Agung Gema N
23 Feb 2026
Komentar
Tulis komentar baru