Skip to Content

ADAGIO DUA PENGAMEN

Foto Agung Gema Nugraha

ADAGIO DUA PENGAMEN 

 

Gunung duri hutan angker

Dalam diri segala bertengger

 

Hello, kita bertemu di gang

Adalah takdir perjuangan

Hari baik segala sesuatunya unik

Kamu petik gitarmu nyanyikan sunyi

Aku teriakan lagu sebagai harap palsu

 

Kita berbeda tapi satu jua

Mencari nafkah dalam susah

Bukan ingin mengubah nasib

Sekedar bertahan sesuap nasi

 

Mata langit melotot tak pasti

Entah apa yang terjadi

Telinga bumi tuli

Mendengarkan suara hati

 

Untungnya kita bisa tersenyum

Dan menyadari bukan siapa-siapa

 

Pohon hanjuang merah warnanya

Pohon melati putih bunganya

Enam senar satu getarannya 

Dua orang berpadu pandangannya

 

Siapa ingin seperti ini

Mencari recehan tanpa kepastian

Mengembara dalam kebimbangan

Kerjaan sulit didapat

Ekonomi pun mampat

Tak ada modal tak bisa usaha

Jualan perlu tambahan

Sedang sehari konser di jalan

Sehari itu habis uang

 

Minggu ke minggu bingung dan ragu

Ke arah mana harus kita tuju?

Rumah ke rumah punya karakteristik

Orang bijak pantrang untuk berpolitik

 

Ikan menggelepar kepanasan 

Kijang pegel linu berlarian

Hidup dari waktu ke waktu

Tak ada perubahan

 

Dua pengamen sejenak berbincang

Banyak kenangan dibagikan

Sayang tidak menjadi sebait puisi

Atau halaman prosa 

Padahal banyak seni, kisah indah

Pengalaman suka duka perjalanan

 

 

 

Agung Gema Nugraha

2 Januari 2026

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler