Skip to Content

Molotov Terakhir

peluru melesat. menerobos kulit yang asing. menembus dada berdetak tegas

pemilik langkah yang enggan mundur

walau udara memanas di dalam kepala

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Salman ImaduddinMolotov TerakhirHidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...
Mega Dini SariMungkin Aku LupaombiKETIKA POLITISI BERPUISI

Karya Sastra

KEMUDIAN KAMU PERGI

KEMUDIAN KAMU PERGI

 

kemudian kamu pergi…

bersama derai-derai air mata

pada malam gelap gulita itu

bahasa menjadi batu dungu

 

Puisi Cempaka Merah buat D.M.

CEMPAKA MERAH

BUAT D. M. SANG PEMIMPIN

 

Kamu cempaka merahku 

yang selalu kurindu setiap waktu

Bagai penawar duka lara

JALAN YANG MENOLAK DILALUI

Cerpen Filosofis–Eksistensial Berlatar Alas Roban

 

Rahmat menerima pesan itu pada pukul 01.43 dini hari, saat rumah kontrakannya sudah sunyi dan kipas angin berputar tanpa benar-benar mendinginkan apa pun. Ponselnya bergetar sekali. Nama yang muncul membuatnya tidak langsung mengangkat.

Sarina.

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler